Bisa Bertahan di PKN STAN Gak Ya?

Halo semua :D,

Kemarin-kemarin aku kan sudah posting tentang pengalamanku ditolak SNMPTN, lolos SBMPTN tanpa bimbel, dan pengalaman ku mengikuti tahap-tahap tes di PKN STAN. Sekarang, aku mau cerita tentang hal pertama kali yang aku pikirkan kalau aku sudah mulai belajar di sana, kira-kira apa ya itu? Pastinya sesuai dengan yang ada di judul post ini ya hehe.




Dulu aku pingin banget bisa kuliah di PKN STAN, karena berbagai alasan yaitu untuk membahagiakan orang tua, biaya kuliah yang gratis (sama aja sih, biaya hidup dan biaya kos-kosan yang lumayan mahal), setelah lulus langsung jadi pns, langsung kerja, ga lupa juga karena gajinya lah ya, karena di lingkungan Kementrian Keuangan memang sudah terkenal dengan tunjangannya yang cukup besar. Hehe. Maaf ya kalau aku terlalu materialistis, tapi emang siapa sih yang ga mau setelah lulus kuliah langsung diangkat jadi PNS, langsung kerja, dapat uang yang cukup, pasti semua orang mau lah ya. Hehe.

Oke kembali lagi tentang "hal pertama kali yang aku pikirkan kalau aku sudah berhasil lolos serangkaian ujian masuk di PKN STAN".

Dulu, karena saking pinginnya bisa kuliah di PKN STAN, aku sampai belajar dengan sangat serius sekali. Pagi siang malam kuhabiskan hanya untuk belajar dan latihan soal USM PKN STAN tahun-tahun sebelumnya (tapi masih ada waktu nyantainya juga sih hehe). Hingga di tahap akhir, akhirnya aku bisa menjadi bagian dari para pendaftar yang lolos. Rasanya tu seneng banget, bisa mengalahkan ratusan ribu pendaftar itu sudah sangat bersyukur sekali. Usaha dan doa memang tak pernah menghianati hasil kalau Allah SWT. Pun juga meridhainya. Ketika aku melihat pengumuman bahwa namaku tercantum di dalam daftar nama peserta yang lolos, aku bener-bener bahagia. Siapa sih yang tidak bahagia kalau bisa memenuhi apa yang orang tua kita inginkan? Pasti kita semua ingin membahagiakan orang tua kita, kan?




Setelah bahagia aku menjadi mahasiswa baru di PKN STAN, tapi ketika mendekati awal-awal kuliah aku tiba tiba merasa takut. Banyak banget hal yang aku cemaskan. 

"Aduh aku nanti bisa ga ya bertahan di PKN STAN, aku nanti bisa mengikuti ga ya, aduh susah ga ya kuliah di sana :(". Pokoknya waktu awal-awal kuliah beneran cemas banget. Karena memang di PKN STAN ada sistem DOnya, ketat banget peraturannya. Namanya juga sekolah gratis, pastinya ga mau kan kalo kualitas mahasiswanya berada di bawah rata-rata.

Hingga akhirnya di semester 1 aku rajin banget belajarnya, mulai ngresume lah, belajar tiap pelajaran, dll. Karena aku takut banget kalau nanti aku di DO. Hingga akhirnya alhamdulillah aku bisa lolos di semester 1 dengan IP yang aman. Rasanya udah plong banget bisa melewati satu semester. Tapi buat kalian yang bukan tipe-tipe belajar sendiri, jangan khawatir. Di PKN STAN kita berusaha lulus bareng-bareng. Di sini ada banyak sekali tentiran. Tentiran itu mahasiswa yang cukup berkemampuan dalam suatu mata kuliah, mengajari temannya yang masih belum paham. Biasanya tiap kelas, jurusan selalu mengadakan tentiran ketika mendekati ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Jadi jangan khawatir, kalian nanti akan bertemu teman-teman yang dapat membantu kita jika kita masih kesulitan dalam suatu mata kuliah.

Setelah aku menjalani satu semester pertama, aku langsung berubah mindset yang tadinya terlalu khawatir bisa apa tidak mengikuti, sekarang jadi berpikir "oh ternyata juga gak menakutkan banget kok (kalau kita sudah niat dan bersungguh-sungguh kuliah di PKN STAN)". Kalau sudah ada niat, pasti nanti ada jalan.

Jadi kesimpulannya, jika adek-adek sangat ingin kuliah di PKN STAN, tapi masih takut apakah nanti bisa bertahan apa tidak disana, jangan khawatir. Yang penting kalian sudah berusaha untuk bisa masuk di PKN STAN. Urusan nanti bisa bertahan pikirkan setelah kalian menjadi mahasiswa di PKN STAN. Kalau kalian sudah ada niat, keinginan yang kuat, dan motivasi yang tinggi, pasti semua akan menjadi mudah.




Sekian dulu ya cerita pengalamanku. Jangan lupa untuk membaca postinganku yang lain, terimakasih!

Pengalaman menggunakan BNI Taplus Muda
Pengalaman ditolak SNMPTN
Pengalaman SBMPTN
Pengalaman mengikuti tes masuk PKN STAN




Comments