Pengalaman Masuk PKN STAN




Hai teman-teman, ketemu lagi nih. Mumpung masih awal-awal kuliah karena sudah selesai UTS, jadi aku ada banyak waktu luang hehe. Kalau kemarin aku sudah bagi-bagi cerita tentang pengalamanku ditolak SNMPTN sama pengalamanku waktu menghadapi SBMPTN, sekarang aku mau cerita pengalaman perjuanganku masuk di perguruan tinggi kedinasan yang cukup populer di kalangan masyarakat, yaitu PKN STAN. 

Buat kalian yang penasaran pengalamanku ditolak SNMPTN, dan pengalamanku waktu menghadapi SBMPTN, kalian bisa buka link dibawah ini:


Ok langsung saja ya!

PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN) adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan yang ada di Indonesia yang berada dibawah Kementrian Keuangan. Di PKN STAN terdapat empat jurusan yaitu:

  1. Perpajakan
  2. Kepabeanan dan Cukai
  3. Akuntansi
  4. Manajemen Keuangan
Alhamdulillah, aku saat ini menjadi mahasiswa di PKN STAN di jurusan Manajemen Keuangan. Oiya, jurusan-jurusan yang sudah kusebut diatas masih dibagi-bagi lagi berdasarkan progam diploma ya. 




Jadi aku mendaftar di PKN STAN itu tahun 2017. Waktu itu PKN STAN membuka sekitar 6900 an mahasiswa baru. Meningkat dari tahun sebelumnya, jadi aku berpikir bahwa peluangku semakin besar (tapi sama saja sih, yang daftar juga banyak sekali). Di tahunku dulu, ada tiga tahap tes yang harus ku tempuh untuk dapat masuk di Kampus Ali Wardhana, yaitu:
  1. Tahap 1  : TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBI (Tes Bahasa Inggris)
  2. Tahap 2 : TKK (Tes Kesehatan dan Kebugaran)
  3. Tahap 3 : TKD (Tes Kemampuan Dasar)
Ok aku langsung cerita waktu tes tahap pertama, yaitu TPA dan TBI. Dulu, aku tes di Yogyakarta, di Universitas Sanata Dharma. Tes dimulai pukul 8.00 WIB, jadi aku berangkat dari rumah sekitar habis shubuh, karena rumahku yang cukup jauh. Waktu di jalan beneran seperti melihat lautan manusia hitam putih, karena banyak banget yang mengikuti tes ini. Sampai sana aku deg-deg an banget. Aku takut, apakah bisa mengalahkan ratusan ribu pendaftar apakah aku malah menjadi bagian yang tertolak. Namun dengan bekal usaha dan doa yang telah kulaksanakan, aku harus tetap optimis. Dan Alhamdulillah, aku lolos tahap pertama.

Aku kasih beberapa tips untuk menghadapi Tes TPA dan TBI PKN STAN:

  1. Berdoa. Yang utama itu berdoa. Kalian mau berusaha mati-matian tetapi kalian lupa tidak berdoa, menurutku sama saja. Yang utama itu jangan lupa minta doa restu orang tua. Kalau orang tua kalian sudah merestui dan mendoakan, insyaallah kita akan dimudahkan jalannya. Oiya aku inget, dulu sehari sebelum tes, aku sampai menghubungi Pakdhe, Budhe, Sepupu dan saudara-saudaraku untuk mendoakan ku agar aku diberikan kemudahan. Karena kita tidak tahu doa siapa yang akan dikabulkan kan> Oleh karena janganlah kita terlalu percaya diri kalau kita mampu berbuat sendiri.
  2. Berusaha. Kalau sudah ada niat, jangan lupa untuk berusaha. Jangan lupa belajar dan latihan soal-soal tahun sebelumnya. Karena dengan banyak latihan, kita akan terbiasa mengerjakan soal yang setiap tahun memang hampir sama tipikalnya. Selain itu juga kita harus pandai-pandai untuk membagi waktu. Ingat, kita dibatasi oleh waktu, jadi jangan sampai terlena pada suatu soal yang dapat meenghabiskan banyak waktu, mending cari soal yang terlihat mudah, sehingga akan lebih banyak jawaban yang sudah kita tahu kebenarannya.
  3. Tenang. Waktu tes berlangsung, usahakan kita tetap tenang, tidak usah grogi, karena akan mengganggu pikiran kita. Usahakan otak kita tetap berjalan semestinya sehingga kita tetap bisa berpikir dengan tenang.
  4. Jangan lupa izin ke toilet sebelum tes. Biasanya sebelum tes dimulai, kita diberi waktu untuk ke toilet. Jangan sampai ketika tes dimulai kita tiba-tiba kebelet. Karena kalau kita tidak bisa nahan, kita tidak boleh lagi mengerjakan tes karena dianggap sudah selesai. Aku dulu sampai ke toilet 2 kali karena saking takutnya.
  5. Berserah diri. Setelah berusaha semaksimal mungkin, jangan lupa untuk menyerahkan semua hasilnya kepada yang di atas, yaitu Allah SWT. Apapun hasilnya nanti, usahakan kita ikhlas menerima hasilnya. Jika kita berhasil jangan lupa bersyukur dan tetap berusaha, kalau gagal janganlah putus asa. Karena mungkin Allah ingin memberikan kita yang lebih baik dari pada ini.
Setelah pengumuman tahap pertama diumumkan, dan akhirnya aku lolos, perjuanganku masih belum berhenti. Masih ada tahap selanjutnya, yaitu TKK (Tes Kesehatan dan Kebugaran). Di tahap ini, kita akan dicek kondisi kesehatan kita seperti berat badan, tinggi badan, buta warna, kondisi kesehatan mata seperti minus, tensi, varises, dan aku lupa. Kalau tensi kita normal, kita bisa ke tahap selanjutnya yaitu lari dan shuttle run. Jadi kita harus mempersiapkan fisik kita sematang matang agar kita dapat menjalankan tahap ini. 




Dulu aku sekitar seminggu latihan lari terus. Sebenarnya males, tapi bapakku maksa aku buat latihan terus. Tapi emang yang namanya usaha gak akan menghianati hasil sih. Alhamdulillah aku lolos tahap ini.

Melihat namaku tercantum di pengumuman peserta yang lolos di tahap TKK tidak langsung membuatku senang. Karena aku masih harus berjuang satu kali lagi untuk menentukan apakah aku akan menjadi mahasiswa STAN atau tidak. Tahap selanjutnya yaitu TKD (Tes Kemampuan Dasar). Disini sistem tesnya yaitu dengan menggunakan komputer. Di tahap ini ada 3 jenis soal, yaitu Tes Potensi Akademik, Tes kewarganegaraan, dan Tes kepribadian. Di dalam tahap ini ada nilai mati di tiap-tiap bagian. 




Di tahap ini, kalian harus benar-benar menyiapkan bekal semaksimal mungkin. Karena di tahap inilah yang akan menentukan dirimu akan lolos atau tidak. Jadi waktu itu aku berbekal buku tes CPNS dan latihan-latihan soal dari internet, tapi ya lumayan berbeda sama ekspeektasiku. Disini aku merasakan keberuntungan, karena nilai TWK ku hampir mendekati nilai mati. Aku saja berada di ranking 6400an.. Dan Alhamdulillah aku lolos. Usaha dan doa memang tidak menghianati hasil. Aku merasa kalau keberuntunganku ini karena doa-doa orang tua, saudara, dan aku sendiri. Jadi jangan lupa untuk minta doa dan berdoa sebelum tes ya!. Jangan menjadi manusia yang sombong pada Tuhannya kalau merasa bisa melakukan sendiri. Karena pada akhirnya yang menentukan hasilnya yaitu yang ada di atas.

Sekian dulu ya ceritaku! Tunggu pengalaman atau artikel ku selanjutnya! Jangan lupa comment dan kalian bisa tanya-tanya lewat email. See you! 




Comments

Post a comment