Ringkasan Materi Pengantar Akuntansi "Investasi"


INVESTMENTS

Pada umumnya, perusahaan melakukan investasi dalam dengan membeli hutang atau surat beharga. Perusahaan melakukan investasi dengan alasan sebagai berikut :·      Untuk menyimpan kas yang berlebih sampai waktu yang dibutuhkan
·      Untuk mendapatkan pendapatan dari laba investasi
·      Untuk alasan strategis


MAU FILE INI? DOWNLOAD DI LINK BERIKUT:

INVESTMENT

KLIK VISIT LINK==> LALU DOWNLOAD (GOOGLE DRIVE)

Akuntansi untuk Investasi dalam Bentuk Obligasi

Debt Investments adalah investasi ke pemerintah atau suatu perusahaan dalam bentuk surat hutang. Dalam pencatatan Debt Investment, perusahaan mencatat pada saat akuisisi, penerimaan bunga obligasi, dan saat penjualan.
1.    Pencatatan Akuisisi Obligasi
Pada saat mengakuisisi, besar investasi dicatat sebesar biaya-biayanya. Biaya tersebut termasuk seluruh pengeluaran yang dibutuhkan untuk mengakuisisi investasi ini, seperti harga obligasi tersebut dan tambahan beban broker jika ada.
Jurnal pencatatan saat akuisi obligasi adalah sebagai berikut:
Tanggal
Debt Investments
xxx

        Cash

xxx
2.    Pencatatan Bunga Obligasi
Penghitungan besar pendapatan bunga yang diterima setiap penerimaan bunga dihitung berdasarkan pada nilai buku obligasi dikali tingkat bunga. Jika bunga diterima setiap tanggal 1 Januari, maka di tanggal 31 Desember tahun sebelumnya, perusahaan perlu mengakui bunga obligasi tersebut. Jurnalnya adalah sebagai berikut:
31 Des
Interest Receivable
xxx

        Interest Revenue

xxx
Lalu saat penerimaan bunga, jurnal pencatatannya adalah sebagai berikut:
1 Jan
Cash
xxx

        Interest Receivable

xxx
3.    Penjualan Obligasi
Ketika perusahaan menjual obligasi, perusahaan mengkredit akun investasi sebesar harga perolehan investasi. Lalu mencatat keuntungan atau kerugian yang didapatkan dari penjualan tersebut. Keuntungan didapatkan jika harga jual obligasi (dikurangi biaya broker) lebih besar dari harga perolehan obligasi. Adapun jurnalnya adalah sebagai berikut:


Tanggal
Cash
xxx

       Debt Investment

xxx
       Gain on Sale of debt Investment

xxx

Jika harga jual obligasi kurang dari harga perolehan obligasi, berarti perusahaan mengalami kerugian. Jurnalnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Cash
xxx

Loss on Sale of Debt Investment
xxx

       Debt Investment

xxx

Akuntansi Investasi Saham

Investasi saham adalah investasi dengan membeli saham pada suatu perusahaan. Pencatatan akuntansi dalam bentuk investasi saham, bergantung pada persentase kepemilikan investor pada suatu perusahaan atau pengaruh investor pada perusahaan yang akan diinvestasi.
Presentasi Kepemilikan
Pengaruh pada perusahaan yang di investasi
Metode Pencatatan
Kurang dari 20%
Biasanya tidak ada pengaruh yang signifikan
Investasi dinilai dengan menggunakan metode biaya (Cost Method)
Diantara 20%-50%
Biasanya ada pengaruh yang signifikan
Investasi dinilai dengan menggunakan metode ekuitas (Equity Method)
Lebih dari 50%
Investor bisa melakukan pengendalian
Investasi dinilai pada nilai buku induk menggunakan metode biaya atau ekuitas (investasi dieliminasi pada konsolidasi)

1.  Kepemilikan kurang dari 20% (Metode Biaya)
Perusahaan mencatat pada saat mengakuisisi saham, saat penerimaan dividen dan saat penjualan saham.
a.    Pencatatan saat akuisisi saham
Pada saat mengakuisisi, besar investasi saham dicatat sebesar biaya-biayanya. Biaya tersebut termasuk seluruh pengeluaran yang dibutuhkan untuk mengakuisisi investasi ini, seperti harga saham tersebut dan tambahan beban broker jika ada.
Tanggal
Share Investments
xxx

        Cash

xxx
b.    Pencatatan Penerimaan Dividen
Jurnal ketika menerima dividen adalah sebagai berikut:
Tanggal
Cash
xxx

        Dividend Revenue

xxx
c.    Pencatatan Penjualan Saham
Ketika perusahaan menjual saham, ia mengakui kerugian ataupun keuntungan dari selisih perbedaan penerimaan bersih penjualan saham dikurangi biaya perolehan saham.
Jurnal saat mendapatkan keuntungan adalah sebagai berikut:
Tanggal
Cash
xxx

       Share Investment

xxx
       Gain on Sale of Share Investment

xxx
Jurnal saat mendapatkan kerugian adalah sebagai berikut:
Tanggal
Cash
xxx

Loss on Sale of Share Investment
xxx

       Share Investment

xxx
2.  Kepemilikan Saham diantara 20%-50%
Ketika perusahaan memiliki kepemilikan saham diantara 20%-50%, perusahaan mencatat dengan metode ekuitas. Perusahaan mencatat investasi pada harga perolehan dan selanjutnya menyesuaikan nilai setiap periode untuk pembagian proporsional investor atas laba dan rugi, serta penerimaan dividen oleh investor.
a.  Pencatatan saat mengakuisisi saham
Pada saat mengakuisisi, besar investasi saham dicatat sebesar biaya-biayanya. Biaya tersebut termasuk seluruh pengeluaran yang dibutuhkan untuk mengakuisisi investasi ini, seperti harga saham tersebut dan tambahan beban broker jika ada.
Tanggal
Share Investments
xxx

        Cash

xxx
b.  Pencatatan pendapatan dan dividen
Ketika investor mendapatkan pendapatan dari laba bersih perusahaan yang diinvestasi, pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Share Investments
xxx

        Revenue from Share Investments

xxx
Besar pendapatan didapat dari besar persentase kepemilikan saham investor dikali dengan laba bersih perusahaan.
Sedangkan jurnal saat investor mencatat penerimaan dividen adalah sebagai berikut:

Tanggal
Cash
xxx

        Share Investment

xxx
Besar uang yang diterima adalah sebesar persentase kepemilikan saham investor dikali dengan jumlah dividen yang dideklarasikan oleh suatu perusahaan yang diinvestasi.
3.  Kepemilikan lebih dari 50%
Investor memiliki kekuasaan untuk mengendalikan kepentingan perusahaan ketika kepemilikan sahamnya lebih dari 50%. Investor disebut induk perusahaan. Perusahaan penerima investasi disebut anak perusahaan. Investasi di perusahaan anak dilaporkan di buku induk sebagai investasi jangka panjang. Induk umumnya menyiapkan Laporan Keuangan Konsolidasi. Laporan konsolidasi mengindikasikan ukuran besar dan cakupan operasi perusahaan dibawah pengendalian umum.

Penilaian dan Pelaporan Investasi

1.    Kategori Surat berharga:
Investasi Obligasi:
·      Trading Securities: dibeli dengan tujuan untuk dijual dalam waktu dekat.

·      Held-for-collection Securities: adalah investasi obligasi yang tujuannya adalah untuk di pegang hingga jatuh tempo.
      Investasi Saham:
·      Trading Securities
·      Non-Trading Securities: adalah investasi saham yang dibeli dengan tujuan lain dari pada dijual belikan.

TRADING SECURITIES

Perusahaan memegang surat berharaga Trading dengan sering untuk menjualnya dalam jangka waktu dekat. Perusahaan menyesuaikan surat berharga Trading dengan nilai pasar pada akhir periode dan mencatat selisih biayanya sebagai bagian dari laporan laba rugi sebagai unrealized gain or losses karena belum dijual. Jika nilai pasaran surat berharga lebih besar dari pada biaya perolehannya, jurnalnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Fair Value Adjustment-Trading
xxx

        Unrealized Gain-Income

xxx
Sedangkan jika nilai pasar surat berharga lebih kecil dari pada biaya perolehannya, jurnalnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Unrealized loss-income
xxx

        Fair Value Adjustment-Trading

xxx

NON-TRADING SECURITIES

Non-Trading Securities adalah investasi saham yang dibeli dengan tujuan lain dari pada dijual belikan. Jika nilai pasaran surat berharga lebih besar dari pada biaya perolehannya, perusahaan mendebit akun Unrealized Gain or Loss, dan sebaliknya. Jurnal ketika nilai pasar melebihi biaya perolehan adalah sebagai berikut:
Tanggal
Fair Value Adjustment-Non-Trading
xxx

        Unrealized Gain or Loss-equity

xxx
Jurnal ketika nilai pasar kurang dari biaya perolehan adalah sebagai berikut:
Tanggal
Unrealized Gain or Loss-equity
xxx

        Fair Value Adjustment-Non-Trading

xxx
Kemudian Unrealized Gain or Loss-equity dipresentasikan di laporan Comprehensive income statement. jika Unrealized Gain or Loss-equity berada di debit, berarti mengurangi net income dan sebaliknya
Perusahaan XXX
Comprehensive Income Statement
For The year Ended ....
Net Income
Other Comprehensive income
       Unrealized loss on nun-trading Securities
Comprehensive income
Xxx

(xxx)
xxx
Di akhir periode, perusahaan masih perlu menutup akun Unrealized gain or los-equity ke Accumulated Other Comprehensive Income. Lalu akun Accumulated Other Comprehensive Income dimasukkan di laporan neraca keuangan bagian ekuitas

Perusahaan XXX
Statement of Financial position
Desember 31, 20..
Equity
       Share Capital-ordinary
        Retained earnngs
        Accumulated other Comprehensive los

Xxx
Xxx
(xxx)
xxxx

STATEMENT OF CASH FLOWS


Kegunaan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas disusun untuk menyediakan informasi yang membantu menilai dalam beberapa hal berikut:
1.    Kemampuan entitas untuk memperoleh arus kas di masa datang
2.    Kemampuan entitas untuk membayar dividen dan kewajiban
3.    Alasan guna membedakan laba bersih dan kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasional
4.    Transaksi pendanaan dan investasi kas selama periode berjalan
Klasifikasi arus kas:
1.    Aktivitas operasi (Item-item Laporan Laba Rugi)


kas masuk:
·         Penjualan barang dan jasa
·         Bunga dan dividen yang diterima
Kas keluar:
·         Untuk penyedia barang dagangan
·         Untuk membayar gaji pegawai
·         Untuk membayar pajak
·         Untuk membayar bunga
·         Untuk beban-beban lain
2.    Aktivitas investasi (Item-item aset tidak lancar secara umum)


Kas masuk:
·         Penjualan properti, peralatan
·         Penjualan investasi
Kas keluar:
·         Pembelian properti, tanah, gedung, dll




3.    Aktivitas Pendanaan (Ijen-item ekuitas dan kewajiban tidak lancar secara umum)


Kas masuk:
·         Penjualan saham
·         Penerbitan obligasi
Kas keluar:
·         Membayar dividen
·         Untuk membeli kembali obligasi
Aktivitas Non-Kas yang signifikan
1. Penerbitan langsung saham biasa untuk membeli aset.
2. Konversi obligasi menjadi saham biasa
3. Penerbitan langsung utang untuk membeli aset
4. Pertukaran aset tetap.
Perusahaan melaporkan aktivitas-aktivitas ini baik pada catatan yang terpisah atau skedul pelengkap Laporan Keuangan.

Format Laporan Arus Kas


Susunan Penyajian:
1.    Aktivitas operasi : metode langsung dan metode tidak langsung
2.    Aktivitas investasi
3.    Aktivitas pendanaan
Bagian arus kas dari aktivitas operasi selalu disajikan terlebih dahulu, diikuti oleh aktivitas investasi dan pendanaan.


Menyiapkan Laporan Arus Kas

Tiga sumber informasi:
1. Laporan posisi keuangan komperatif (Comparative statement of financial position)
2. Laporan Laba Rugi periode berjalan (Current income statement)
3. Informasi tambahan
TAHAP PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS
Tahap 1: Menentukan kas bersih yang disediakan/digunakan melalui aktivitas operasi dengan mengkonversi laba bersih dari basis akrual menjadi basis kas
Langkah ini melibatkan analisa tidak hanya pada Laporan Laba Rugi tahun berjalan tetapi juga laporan posisi keuangan komperatif dan data tambahan tertentu.
Tahap 2: menganalisa perubahan di aset non kas dan akun kewajiban dan mencatatnya sebagai aktivitas investasi dan pendanaan, atau diungkapkan sebagai transaksi non kas.
Tahap 3: Membandingkan perubahan bersih di kas pada Laporan arus kas dengan perubahan akun kas yang dilaporakan pada Laporan posisi keuangan untuk memastikan jumlah yang disetujui.

Penyusunan Laporan Arus Kas- Metode Tidak Langsung

Keuntungan menggunakan metode tidak langsung:
1. Lebih mudah dan dengan biaya lebih sedikit untuk menyiapkan, dan
2. Fokus pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari aktivitas operasi.
Menyiapkan Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung
Tahap 1: Aktivitas Operasi
Menentukan kas bersih yang disediakan/digunakan oleh aktivitas operasi dengan mengkonversi laba bersih dari basis akrual menjadi basis kas
Penyesuaian umum ke Laba (rugi) bersih:
·         Tambahkan kembali biaya non kas (biaya depresiasi dan amortisasi)
·         Mengurangi keuntungan dan menambah kerugian yang dihasilkan dari aktivitas investasi dan pendanaan
·         Analisa perubahan aset dan kewajiban lancar non kas.

a.    Biaya Depresiasi
Walaupun biaya depresiasi mengurangi laba bersih, namun tidak mengurangi kas.
b.    Rugi atau Untung pada Penjualan Non current Asset
Karena perusahaan melaporkan sebagai sumber kas dalam kegiatan investasi bagian jumlah aktual kas yang diterima dari penjualan:
·         Setiap kerugian pada penjualan ditambahkan pada laba bersih di bagian operasi.
·         Setiap keuntungan pada penjualan dikurangkan dari laba bersih pada bagian operasi
c.    Perubahan pada Akun Aset Lancar Non-Kas
·         Saat saldo Piutang Usaha menurun, penerimaan kas lebih tinggi dari pada pendapatan yang diperoleh berdasarkan basis akrual. Karena itu, perusahaan menambahkan ke laba bersih jumlah menurunan di piutang usaha.
·         Saat saldo persediaan meningkat, harga pokok barang yang dibeli melebihi harga pokok barang yang terjual. Sebagai hasilnya, harga pokok penjualan tidak merefleksikan pembayaran per kas yang dibuat untuk barang dagangan. Perusahaan mengurangi dari laba bersih peningkatan persediaan ini.
·         Saat saldo Biaya dibayar dimuka meningkat
Ø Kas yang dibayarkan untuk biaya lebih tinggi dari pada biaya yang dilaporkan berdasarkan basis akrual.
Ø Perusahaan mengurangkan peningkatan ini dari laba bersih perusahaan untuk mendapatkan kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi.

Jika biaya dibayar dimuka menurun, biaya yang dilaporkan lebih tinggi dari pada biaya yang dibayarkan.
·         Saat Hutang usaha meningkat
Ø  Perusahaan menerima lebih banyak barang dagangan dari pada yang dibayarkan untuk barang tersebut.
Ø  Peningkatan ditambahkan ke laba bersih.
Saat Hutang pajak pendapatan menurun
Ø  Biaya pajak pendapatan lebih rendah dari pada jumlah pajak yang dibayarkan pada perioda berjalan.
Ø  Penurunan dikurangkan dari laba bersih.
RINGKASAN:


penyesuaian
Beban-beban nun kas
Depreciation expense
Tambah
Amortization expense
Tambah
Depletion expense
Tambah
Untung dan rugi
Los on sale of Plant Asset
Tambah
Gain on sale of Plant asset
Kurang
Perubahan pada current Asset dan current liabilities
Kenaikan akun current  asset
Kurang
Penurunan akun current asset
Tambah
Kenaikan akun current liability
Tambah
Penurunan akun cuurent liability
kurang
Tahap 2: aktivitas Investasi dan Pendanaan
Ø  Jika akun land di neraca keuangan naik dari tahun sebelumnya, berarti mengeluarkan uang, dan sebaliknya
Ø  Jika akun building di neraca keuangan naik dari tahun sebelumnya, berarti mengeluarkan uang, dan sebaliknya
Ø  Jika akun equipment di neraca keuangan naik dari tahun sebelumnya, berarti mengeluarkan uang, dan sebaliknya
Ø  Jika akun Bond Payable di neraca keuangan naik dari tahun sebelumnya, berarti telah menerima uang dan sebaliknya
Ø  Jika akun Share Capital Ordinary di neraca keuangan naik dari tahun sebelumnya, berarti menerima uang, dan sebaliknya
Ø  Jika membayar dividen, berarti telah mengeluarkan uang.
Tahap 3: perubahan bersih kas
Setelah menemukan besar kas yang dibutuhkan di tiap aktivitas, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan, lalu jumlah angka tersebut. Setelah itu tambahkan dengan besar kas di tahun sebelumnya. Seharusnya hasil penjumlahan tersebut akan sama dengan jumlah kas di tahun saat itu.

Penyusunan Laporan Arus Kas- Metode Tidak Langsung

Ketika menyusun laporan arus kas dengan metode langsung, yang berbeda dari metode tidak langsung adalah bagian  menysusun aktivitas operasinya saja. Sedangkan ketika mencari kas yang dibutuhkan aktivitas investasi dan pendam, caranya sama.
Pertama, ketika ingin mencari kas yang masuk ke dalam aktivitas operasi, kita perlu mencari kas yang diterima dari pelanggan. Kemudian kas yang kriteria dari pelanggan dikurangi dengan pembayaran kas ke penyedia barang dagang, pembayaran pegawai, pembayaran pajak, dan pembayaran beban-beban operasi. Rumusnya adalah sebagai berikut:
1.    Kas yang diterima dari pelanggan
Kas yang diterima dari pelanggan
=
pendapatan penjualan
+ penurunan Account Receivable
Or
-          Kenaikan account receivable

2.    Kas yang dibayar untuk penyedia (suppliers)
Kas yang dibayar untuk penyedia (suppliers)

=
COGS
+ kenaikan inventor
+ penurunan account payable
Atau
Atau
-          Penurunan inventory
-          Kenaikan account payable

3.    Kas yang dibayar untuk beban-beban operasi
Kas yang dibayar untuk beban operasi

=
Operating expense
+ kenaikan prepaid expense
+ penurunan accrued expenses payable
Atau
Atau
-          Penurunan prepaid expense
-          Kenaikan accrued expenses payable
4.    Kas yang dibayar untuk membayar pajak
Kas yang dibayar untuk membayar pajak

=
Income tax payable
+ penurunan utang pajak penghasilan
Atau
-          Kenaikan utang pajak penghasilan

Kemudian, jika telah diketahui semua, lalu disusun menjadi seperti dibawah ini:




Cash flows from operating Activities


    Cash receipts krom customers

Xxx
    Less: cash payments:


       To suppliers
Xxx

       For operating expenses
Xxx

       For interest expense
Xxx

       For income taxes
xxx

           Net cash provided by operating activities

xxx





Comments