Bahasa Indonesia K13 - Proses Menjadi Warga yang Baik


PELAJARAN II
Proses Menjadi Warga yang Baik


Kegiatan l
Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Prosedur
                Dalam kaitan dengan aspek warga yang baik untuk mengikuti tahapan dalam suatu proses, kita akan mengeksplorasi teks prosedur kompleks. Teks prosedur kompleks berisi langkah-langkah atau tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Jika kita tidak mengikuti prosedur itu, tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan dkita dapat dikatakan sebaai orang yang tidak mengetahui aturan.

Struktur Teks Prosedur
Teks prosedur kompleks ditata dengan struktur teks tujuan^langkah-langkah. 
Ø  Tujuan  adalah hasil akhir yang akan dicapai. 
Ø  Langkah-langkah adalah cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai

Contoh tujuan pada teks prosedur:
Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika ditilang. Dengan memperhatikan hal ini, ketika melakukan pelanggaran, Anda tidak akan dirugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.

Contoh langkah-langkah pada teks prosedur:
Pertama, kenali si petugas.
Kedua, pahami kesalahan.
Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran.
Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja.
Kelima, terima atau tolak tuduhan
 Pada teks prosedur kompleks langkah-langkah itu merupakan urutan yang biasanya tidak dapat diubah urutannya. Langkah awal menjadi penentu langkah berikutnya.
Jika langkah-langkah dalam teks prosedur tidak ditempuh, maka orang tidak akan mencapai tujuan yang berarti baha ia akan dirugikan dan akan mendapat hukuman yang tidak sesuai dengan peraturan. Sebaliknya, apabila langah-langka h itu ditempuh, ia tidak akan dirugikan dan akan mendapat hukuman sesua dengan peraturan.


Teks Prosedur Kompleks
Sering sebuah prosedur terdiri atas banyak langkah, dan langkah-langkah itu berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya. Jika demikian, prosedur seperti itu disebut prosedur kompleks, sedangkan teks prosedur yang tidak memiliki sedikit langkah dan tidak memiliki sub langkah disebut prosedur sederhana.
Pada sublangkah dalam prosedur kompleks, sering dijumpai syarat atau pilihan. Terkait dengan syarat seperti disebutkan di atas, apabila sebuah syarat itu tidak terpenuhi, langkah-langkah berikutnya tidak dapat dilaksanakan.Hal itu berarti bahwa tujuan yang akan dicapai itu gagal. Terkait dengan pilihan, apabila pilihan A diambil, langkah yang ditempuh berikutnya berbeda dengan langkah apabila pilihan B diambil. Umumnya, apabila terjadi salah pilih, prosedur itu tidak dapat diulangi.

Unsur Kebahasaan Teks Prosedur
1.       Ciri yang paling menonjol pada teks prosedur adalah penggunaan :
a) Partisipan manusia secara umum
b) Verba material dan verba tingkah laku dan
c) Konjungsi temporal
Contoh partisipan secara umum:
Ø  Partisipan manusia secara umum, seperti pengendara dan Anda pada kalimat Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan dan Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika ditilang.


2.       Syarat dan pilihan pada teks prosedur kompleks diungkapkan dengan konjungsi yang sama, yaitu jika,  apabila, atau seandainya. Keadaan ini merupakan faktor lain yang menyebabkan kekompleksan prosedur itu
3.       Teks prosedur kompleks juga banyak mengandung perintah. Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif. Menurut fungsinya, kalimat dapat diklasifikasi menjadi kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif.
Kalimat imperatif berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah contoh kalimat imperatif yang diambil dari teks prosedur kompleks itu.
a) Kenali si petugas.
b) Pahami kesalahan Anda.

Contoh-contoh kalimat imperatif di atas dapat diubah menjadi kalimat deklaratif. yang dimaksud dengan kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat seperti itu berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. Apabila contoh kalimat imperatif itu diubah menjadi kalimat deklaratif, kalimat itu dapat disajikan sebagai berikut.
(a) Pengendara yang ditilang mengenali petugas yang menilang.
(b) Pengendara memahami kesalahannya.

Contoh-contoh kalimat imperatif itu dapat pula diubah ke dalam kalimat interogatif. Adapun kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan. Kalimat interogatif berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu. Kalimat interogatif dapat dibagi menjadi kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak dan kalimat interogatif yang menuntut jawaban yang berupa informasi. Kalimat (a), (b), dan (c) merupakan contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak.
(a) Apakah Anda mengenali petugas?
(b) Apakah Anda memahami kesalahan Anda?


4.       Partisipan manusia adalah semua manusia. Sapaan pun dimaksudkan sebagai siapa saja yang ditargetkan oleh teks tersebut. Akan tetapi, apabila teks prosedur kompleks itu disampaikan langsung secara lisan kepada mitra bicara, seperti Anda atau kamu, yang dimaksud adalah orang yang diajak bicara itu. Partisipan dapat meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti –nya.
a.       Contoh partisipan :

Ø  Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak yang berwajib menilangnya

b.      Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik, seperti melakukan dan menilang pada kalimat Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya
c.       Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada urutan waktu, sekaligus menjadi sarana kohesi teks, seperti pertama, kedua, ketiga, dan setelah.

Memahami Prosedur Membaca Puisi
Sebelum menerapkan teknik yang baik, kita perlu mengetahui beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan pada saat kita membaca sajak dengan keras. Prinsip itu adalah volume suara, artikulasi suara, intonasi, gerak tubuh, mimik, dan pandangan mata.


a.       Volume suara adalah derajat keras atau lemahnya suara pada saat kita membaca puisi yang dimaksud.
b.      Artikulasi suara adalah pengucapan kata demi kata dengan benar serta dengan suara yang jelas dan pilah.
c.       Intonasi adalah lagu membaca yang meliputi penggalan kata dan tinggi atau rendahnya suara pada saat kita membaca larik demi larik sajak.
d.      Gerak tubuh meliputi gerak seluruh anggota tubuh: kaki, tangan, badan, dan kepala sesuai dengan isi sajak yang dibaca.
e.      Mimik adalah ekspresi atau perubahan wajah sesuai dengan karakteristik dan suasana (misalnya, sedih, semangat, atau gembira) yang digambarkan pada sajak yang dibaca.
f.        Pandangan mata adalah arah mata memandang, yang seharusnya ditujukan ke segala penjuru tempat penonton berada.
Semua prinsip itu berguna untuk membaca sajak secara ekspresif. Membaca ekspresif adalah membaca dengan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman penulis. Pada umumnya kegiatan membaca ekspresif dilakukan dengan suara yang keras dan gaya atau penampilan sesuai dengan isi materi yang dibaca. Dengan demikian, membaca ekspresif dapat dikatakan sebagai membaca dengan penuh penghayatan.

Comments