Ekonomi sebagai Aspek Penting Ketahanan Nasional Indonesia

Ekonomi sebagai Aspek Penting Ketahanan Nasional Indonesia


Perhatian, postingan ini hanya bertujuan untuk sharing, bukan untuk dijadikan sebagai sumber utama referensi ataupun untuk langsung di copy paste. Ingat jangan bangga sebagai plagiator!




Menurut Drs. Rusman Kamaluddin, ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan (TAHG), baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Ketahanan nasional merupakan suatu aspek penting dalam kehidupan bernegara yang keberadaannya harus diperhatikan oleh seluruh elemen NKRI. Ketahanan nasional berhubungan erat dengan tercapainya tujuan nasional Negara Indonesia. Setiap negara pasti memiliki tujuan dalam hal tertentu untuk dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun tujuan nasional Negara Indonesia dicantumkan di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam mencapai tujuan nasional tersebut, pasti dalam perjalanannya bangsa ini mendapat berbagai ancaman, tantangan, hambatan, maupun gangguan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang dapat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun suatu sistem ketahanan nasional yang kokoh untuk mengatasi dan melawan berbagai ancaman dan gangguan tersebut yang bisa mengancam keberlangsungan bangsa tercinta ini.


BAGI YANG INGIN FILE, DOWNLOAD DISINI
Ketahanan nasional sendiri merupakan kondisi sekaligus konsepsi dari sistem kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Indonesia memiliki konsepsi Astagatra dalam ketahanan nasionalnya. Konsepsi Astagrata terdiri dari Aspek Alamiah (geografi, sumber daya alam, dan demografi) yang menjadi dasar bagi pengembangan kehidupan nasional, dan Aspek Sosial (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan) yang bersifat dinamis dan membina perkembangan kehidupan nasional. Kedua aspek tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam penciptaan kondisi dan perumusan konsepsi ketahanan nasional.
Namun, di era globalisasi yang mengalami kemajuan di segala bidang kehidupan, banyak sekali hal-hal yang dapat membahayakan ketahanan nasional Indonesia dalam berbagai aspek. Misalnya, masuknya ideologi komunis dan liberal yang tidak sesuai dengan cita-cita Pancasila, menguatnya kapitalisme dan pasar bebas dalam sistem perekonomian bangsa, masuknya budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia, maraknya terorisme yang dapat mengganggu keamanan nasional, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu dapat menggoyahkan tembok ketahanan nasional Indonesia yang pada dasarnya digunakan untuk melindungi bangsa dalam mencapai tujuan nasional.
Jika melihat kondisi Indonesia saat ini, masalah yang masih sangat mencolok dalam menjaga ketahanan nasional adalah pada aspek ekonomi. Mengapa? Jika kita melihat perekonomian Indonesia saat ini, negara Indonesia masih belum mencapai tingkat kesejahteraan dan kemakmuran. Masih banyak rakyat Indonesia yang berada di garis kemiskinan, kesenjangan ekonomi yang masih mencolok, dan berbagai ancaman terhadap perekonomian Indonesia baik dari dalam maupun dari luar. Padahal salah satu asas dari ketahanan nasional adalah kesejahteraan dan keamanan. Sehingga sudah menjadi kewajiban para pemangku pemerintahan untuk memberi perhatian lebih dalam hal ekonomi untuk mencapai kesejahteraan di bangsa ini.

1.      Bagaimana keadaan ekonomi Indonesia saat ini?
2.      Bagaimana pengaruh aspek ekonomi dalam ketahanan nasional?
3.      Bagaimana dampak dari globalisasi yang mempengaruhi ekonomi Indonesia?
4.      Bagaimana cara mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dalam perekonomian di Indonesia?

Adapun tujuan dan manfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menambah wawasan bagi penulis dan pembaca mengenai ketahanan nasional.
2.      Menambah rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.
3.      Menambah wawasan tentang kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam hubungannya dengan ketahanan nasional.





Sebelum membahas mengenai aspek ekonomi lebih lanjut, alangkah baiknya jika kita memahami mengenai asas-asas dari ketahanan nasional. Asas dari ketahanan nasional Indonesia adalah tata laku yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan wawasan nusantara. Adapun asas-asas ketahanan nasional Indonesia adalah sebagai berikut:
1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Kesejahteraan dan keamanan suatu bangsa menjadi tolak ukur dalam tercapainya keberhasilan ketahanan nasional. Negara harus mampu memberi rasa aman kepada para warganya agar tercipta kehidupan yang seimbang dan tenteram serta untuk mencapai tujuan nasional bangsa yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Suatu negara harus berupaya dalam mencapai kesejahteraan seluruh warganya. Seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa negara Indonesia memiliki tujuan nasional salah satunya yaitu  memajukan kesejahteraan umum.
2.      Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Mengandung arti bahwa ketahanan nasional harus diterapkan di dalam seluruh  aspek kehidupan negara Indonesia, yang saling berhubungan antara satu sama lain secara utuh dan terpadu
3.      Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
Mawas ke dalam memiliki tujuan menumbuhkan hakikat dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemerdekaan. Sedangkan mawas ke luar berarti bahwa bangsa Indonesia sebenarnya masih memiliki ketergantungan dengan negara lain, dan bahwa Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan dunia internasional.
4.      Asas Kekeluargaan
Memiliki arti bahwa ketahanan nasional harus dapat membawa rasa keadilan, kebersamaan, kerja sama, gotong royong, toleransi, dan kasih sayang antar warga negara untuk menghindari dari berbagai konflik yang bisa jadi muncul dan dapat mengganggu ketahanan nasional itu sendiri.

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa ketahanan nasional Indonesia memiliki asas-asas yang menjadi tumpuan dalam pelaksanaan ketahanan nasional itu sendiri salah satunya yaitu asas kesejahteraan dan kemakmuran. Tingkat kesejahteraan tidak dapat dipisahkan dengan kondisi perekonomian khususnya tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional. Ekonomi sendiri merupakan salah satu aspek kehidupan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang meliputi produksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa serta usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat. Masyarakat yang sejahtera dan makmur merupakan cerminan dari kondisi ekonomi yang bagus. Kondisi ekonomi bagus berarti ketahanan nasional juga akan bagus pula. Dan sebaliknya, jika perekonomian suatu bangsa di bawah standar, maka hal itu akan memberi dampak yang akan melemahkan ketahanan nasional. Itulah mengapa, ekonomi juga sangat erat kaitannya dengan ketahanan nasional.
Tidak hanya pada aspek kesejahteraan, aspek ekonomi lain yang juga mempengaruhi ketahanan nasional adalah stabilitas perekonomian yang sehat, mandiri, dan mampu bersaing dengan luar negeri. Agar tercapai sasaran-sasaran tersebut, maka perlu dilakukan pembinaan ketahanan ekonomi, yang meliputi:
a.       Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan
b.      Ekonomi kerakyatan harus menghindari dari:
-          sistem Free Light liberalism, yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat
-          sistem etatisme, negara dan aparatur ekonomi negara bersifat dominan, yang mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara
-          sistem monopoli ekonomi, yang hanya memusatkan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli dan monopsoni
c.       Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
d.      Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antar wilayah dan antar sektor

Ke empat pembinaan ketahanan ekonomi nasional tersebut didasari dengan pasal 33 UUD 1945 yang merupakan salah satu undang-undang yang mengatur tentang pengertian perekonomian, pemanfaatan SDA, dan Prinsip Perekonomian Nasional, yang berbunyi:
-          Ayat 1       : perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
-          Ayat 2       : cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
-          Ayat 3       : Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
-          Ayat 4       : Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
-          Ayat 5       : Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antar kelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Sedangkan globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin reintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa.
Di era globalisasi ini, yang perlu diwaspadai adalah dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia yang dapat ditimbulkan globalisasi. Namun tak sepenuhnya bahwa globalisasi hanya akan membawa dampak negatif saja terhadap perekonomian Indonesia, globalisasi juga membawa dampak positif, diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
·         Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi. Perusahaan dalam negeri sering kali memerlukan investasi tambahan dalam bentuk modal dari bank atau pasar saham. Dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan  pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.
·         Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia karena adanya perdagangan internasional
·         Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.

Adapun dampak negatif globalisasi terhadap perekonomian Indonesia yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
·         Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas.
·         Membanjirnya produk impor di pasar Indonesia sehingga produk asli Indonesia.
·         Dapat memperburuk neraca pembayaran karena globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak akan berkembang. Dan tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
·         Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
·         Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDM Noya dibandingkan dengan SDM di Indonesia. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit bagi warga negara yang akan mencari pekerjaan, sehingga tingkat pengangguran juga akan semakin meningkat.
·         Masuknya pengaruh sistem liberal atau sosialis yang tidak sesuai dengan asas ekonomi Indonesia.

Kondisi perekonomian Indonesia dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari tingkat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, pendapatan per kapita, tingkat kemiskinan, pengangguran, dan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
Jika dilihat mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini, Indonesia belum bisa dibilang bahwasanya Indonesia sudah menjadi negara yang sejahtera dan makmur. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya penduduk di bawah garis kemiskinan walaupun menurut data tingkat kemiskinan Indonesia menurun dari tahun ke tahun, akan tetapi jumlah rakyat yang miskin masih cukup banyak. Berdasarkan data dari BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017, mencapai 27,77 juta jiwa. Berikut adalah tingkat kemiskinan di Indonesia dari tahun ke tahun.


Sumber: Kompasiana

            27,77 juta jiwa tentu bukanlah angka yang sedikit. Jumlah tersebut bahkan hampir sama dengan jumlah penduduk di Kanada (28 juta) dan jauh di atas jumlah penduduk Malaysia (19 juta). Selain itu, rakyat Indonesia yang hidup sedikit di luar garis kemiskinan juga masih tergolong miskin. Maka dapat diambil kesimpulan jika jumlah penduduk Indonesia yang miskin banyak sekali. Pemerintah masih harus bekerja keras untuk menuntaskan kemiskinan di Indonesia karena kemiskinan juga akan mempengaruhi kekuatan ketahanan nasional Indonesia. Selain itu, tingkat kemiskinan yang masih tinggi menunjukkan bahwa Indonesia masih belum dapat mewujudkan salah satu tujuan nasional yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum. Pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin dalam rangka menuntaskan angka kemiskinan demi mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh.
Selain kemiskinan, pembangunan yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi masalah yang harus segera diselesaikan dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat. Kesenjangan ekonomi di Indonesia masih dapat terlihat dengan jelas karena  kurang ratanya pembangunan di segala bidang oleh pemerintah. Masih banyak daerah yang memiliki akses transportasi yang kurang memadai, sehingga mengganggu jalannya kegiatan ekonomi dalam pendistribusian barang ataupun jasa khususnya pada daerah-daerah di perbatasan dan di luar pulau Jawa.
Kondisi penduduk yang demikian tidak mendukung adanya ketahanan nasional yang kuat, malahan akan melemahkannya. Seperti yang telah dijelaskan, bahwasanya ketahanan nasional memiliki asas kesejahteraan dan keamanan. Walau tingkat kemiskinan menurun, akan tetapi jumlah penduduk yang miskin banyak, tentu belum bisa dikatakan kalau negara Indonesia telah sepenuhnya merdeka. Oleh karena itu, kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan tantangan yang harus diatasi secepat mungkin untuk mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh dan tangguh.


Dalam menghadapi berbagai ancaman dalam dimensi ekonomi, upaya yang dapat ditempuh adalah dengan membangun ketahanan nasional di bidang ekonomi melalui penataan sistem ekonomi nasional yang sehat dan berdaya saing. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi perlu ditingkatkan karena sebagai wujud stabilitas ekonomi yang dapat memberikan efek kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Berikut adalah strategi dalam mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan ketahanan nasional dalam aspek ekonomi.
Dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia yang masih terus ada sejak merdekanya bangsa Indonesia, tidak cukup bila hanya dengan memberikan modal atau kesempatan pada para penduduk miskin. Sebagian rakyat Indonesia masih banyak yang mengharapkan bantuan dari pemerintah, dan bukannya malah berusaha keras meningkatkan penghasilan. Hal itu tentu tidak akan cepat menyelesaikan permasalahan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga harus memikirkan  tentang lapangan pekerjaan untuk menambah kesempatan kerja sehingga  dapat menambah pendapatan di masyarakat terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan.
Selain menambah lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga perlu diperhatikan. Hingga saat ini, kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga. Hal itu sangat berhubungan erat dengan tingkat pendidikan  rakyat Indonesia. Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016, lebih dari satu juta anak putus sekolah pada jenjang sekolah dasar (SD) dan tidak melanjutkan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Jika digabung dengan jumlah anak yang tidak tamat SMP, maka ada sekitar 4,3 juta anak yang tidak mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun. Akibat dari permasalahan ini, 40 persen angkatan kerja Indonesia adalah lulusan SD. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dan akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pengangguran yang akan berefek pada jumlah kemiskinan di Indonesia. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan asas ketahanan nasional yaitu kesejahteraan dan keamanan. Bagaimana bisa negara dikatakan sejahtera apabila masih banyak jumlah penduduk yang miskin, masih banyak yang putus sekolah dini, masih banyak jumlah penduduk yang menganggur. Tentunya hal ini membuktikan bahwa aspek ekonomi dalam ketahanan nasional masih rendah.
Untuk menghadapi ancaman ekonomi dari luar, pemerintah perlu mengadakan hubungan kerja sama dengan negara lain untuk membangun dan menjaga hubungan baik, karena penting dalam upaya memajukan ekonomi dalam negeri.
Kesenjangan ekonomi di Indonesia masih terlihat secara nyata. Di daerah-daerah luar Jawa masih banyak sarana prasarana dan infrastruktur yang masih kurang memadai. Hal tersebut tentu akan menghambat jalannya distribusi berbagai komoditas khususnya kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah juga harus fokus pada pembangunan infrastruktur di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan transportasi umum, agar distribusi ekonomi mudah dilaksanakan, sehingga kesenjangan ekonomi bisa diminimalkan





Ketahanan nasional Indonesia masih belum kokoh. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Walau sudah 72 tahun Indonesia merdeka, masih banyak sekali masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, dan menjadi bukti bahwa Indonesia belum sepenuhnya sejahtera. Padahal dalam ketahanan nasional memiliki asas kesejahteraan dan keamanan. Sehingga masih belum bisa dikatakan bahwa negara Indonesia sudah sejahtera. Berbagai pengaruh dari era globalisasi terhadap ketahanan ekonomi Indonesia juga perlu diwaspadai terutama jika memberikan dampak negatif. Ketahanan nasional Indonesia masih perlu diperkuat lagi dan dibangun untuk mencapai tujuan nasional Indonesia, salah satunya yaitu memajukan kesejahteraan umum.

Sebagai negara berkembang, pemerintah Indonesia masih harus berusaha lagi dalam upaya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masih harus terus ditingkatkan. Dan pemerintah Indonesia harus menyiapkan strategi-strategi dalam rangka memperkokoh perekonomian Indonesia terutama dalam menghadapi era globalisasi yang kapan saja bisa mengancam komoditas perekonomian Indonesia. Masyarakat Indonesia juga harus berupaya dalam usaha memperkokoh ketahuan ekonomi nasional, misalnya dengan mencintai produk-produk dalam negeri. Sehingga, produk dalam negeri tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri.


          SUMBER
Modul Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, oleh Drs. Rusman Kamaluddin

Comments