Kebudayaan Zaman Paleolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum


Kebudayaan Zaman Paleolithikum

Hasil Kebudayaan
Cara Hidup
Manusia Pendukung
  1. Kebudayaan Pacitan
q  Kapak Genggam
q  Kapak Perimbas
q  Alat serpih (Flake)
2. Kebudayaan Ngandong
q  Kapak Genggam
q  Alat-alat tulang dan tanduk rusa
q  Alat serpih (Flake)
  1. Nomaden
  2. Berburu
  3. Mengumpulkan Makanan (Food Garhering)
        Pithecanthropus                        Erectus
       Homo Soloensis
       Hommo Wajakensis


Kebudayaan Zaman Mesolithikum
Hasil Kebudayaan
Cara Hidup
Manusia Pendukung
  1. Kapak genggam Sumatera (pebble Culture)
2.  Alat-alat tulang dan tanduk (Bone Culture)
3.  Alat-alat serpih (flakes)
4.  Kapak pendek (Hache courte)
5.  Gerabah
6.  Lukisan dinding gua
1.    Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
2.    Mulai bercocok tanam secara sederhana
3.    Sebagian masih nomaden, sebagian sudah mulai menetap bertempat tinggal di gua-gua
4.    Sebagian hidup di pesisir menangkap ikan dan kerang
  1. Papua Melanesoid, nenek moyang dari suku:
       Papua
       Sakai (Siak)
       Semang (Malaysia)
       Atca (Filipina)
       Aborigin (Australia)

Kebudayaan Zaman Neolithikum


Hasil Kebudayaan
Cara Hidup
Manusia Pendukung
  1. Kapak persegi
  2. Kapak Lonjong
  3. Kapak bahu
  4. Gerabah
  5. Perhiasan (gelang dan manik-manik)
  6. Alat pemukul kulit kayu
  7.            Revolusi Neolitik

  8.            Hidup menetap bertempat tinggal di rumah-rumah sederhana / mulai mem-bentuk perkampungan
  9.            Hidup dengan bercocok tanam dan berternak
  10.        Menggunakan bahasa Melayu-Polinesia (Austronesia)
  1. Indonesia Barat
Proto Melayu 2000 SM nenek moyang dari suku bangsa :
       Nias,
       Toraja,
       Sasak,
       Batak
Indonesia Timur
       Papua Melanesoide

Pendapat H. Kern bahwa Bahasa yang digunakan di Nusantara berasal dari Induk yang Sama

Ilmuwan asal Belanda ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Kern berpendapat bahwa bahasa - bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, Mikronesia memiliki akar bahasa yang sama, yakni bahasa Austronesia. Kern menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa.  
                Menurutnya, nenek moyang bangsa Indonesia menggunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia. Pendapat Kern ini didukung oleh adanya persamaan nama dan bahasa yang dipergunakan di daerah Campa dengan di Indonesia, misalnya kata “kampong” yang banyak digunakan sebagai kata tempat di Kamboja. Selain nama geografis, istilah-istilah binatang dan alat perang pun banyak kesamaannya.
                Tetapi pendapat ini disangkal oleh K. Himly dan P.W. Schmidt berdasarkan perbendaharaan bahasa Campa.
Persamaan Pendapat H Kern dengan Von Heine Geldren
Pendapat Von Heine Geldren tak jauh berbeda dengan Kern bahwa bahasa Indonesia berasal dari Asia Tengah. Teori Geldern ini didukung oleh penemuan-penemuan sejumlah artefak, sebagai perwujudan budaya, yang ditemukan di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan yang ditemukan di daratan Asia.
Mengapa Kepulauan Indonesia dihuni oleh Beragam Suku Bangsa?
Karena banyak pendatang yang datang di Indonesia, kemudian mereka bercampur dengan suku asli di Indonesia. Lalu menghasilkan suku bangsa baru
Revolusi Neolithik
q  Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sudah sangat maju.
q  Dalam zaman ini, alat yang dihasilkan sudah bagus. Meskipun masih terbuat dari batu, tetapi pada semua bagiannya telah dihaluskan dan persebarannya telah merata di seluruh Indonesia.
q   Menurut Dr. R. Soekmono, Kebudayaan ini lah yang menjadi dasar kebudayaan Indonesia sekarang. Boleh dikatakan bahwa neolithikum itu adalah suatu revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia.
q  Perubahan besar ini ditandai dengan berubahnya peradaban penghidupan food-gathering menjadi food-producing.
q  Manusia yang hidup pada zaman ini adalah bangsa Proto Melayu. Seperti suku Nias, suku Toraja, suku Sasak dan Suku Dayak.
q  Cara hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mengalami perubahan pesat dari cara food gathering menjadi food producing, yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak.
q  Pada masa itu, manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahaya binatang buas serta mulai membuat lumbung – lumbung guna menyimpan padi dan gabah.
q   Peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah diasah sempurna, dalam bentuk kapak-kapak persegi yang telah diberi hiasan yang indah sesuai dengan perkembangan seni pada waktu itu.

Mau file dalam bentuk word? Silahkan download di link berikut => zaman batu.docx

Comments