Diabetes, Antara Pola Hidup yang Salah dan Keturunan

Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit diabetes atau sering lebih disebut dengan gula darah?
Hampir semua orang pasti tahu dengan penyakit yang mudah menyerang siapa pun ini. Beberapa hal yang menyebabkan timbul penyakit ini adalah gaya makan yang tidak sehat, maupun juga keturunan. Penyakit ini mudah menyerang siapapun tanpa mengenal umur walau yang sering kita temui kebanyakan adalah yang telah berumur tua.



Di artikel kali ini, aku akan bercerita sedikit tentang penyakit ini berdasarkan pengalaman Ibuku. Ya, Ibuku salah satu penderita diabetes yang hingga kali ini harus rutin disuntik insulin tiap pagi dan malam. Sekali lagi, ini hanya cerita yang tujuan dari penulis adalah agar kalian juga tidak mengalami hal ini. Jadi jangan dijadikan sebagai referensi utama.

Jadi sebenarnya Ibuku memiliki gula darah yang cukup tinggi sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, puncaknya adalah pada saat lebaran tahun ini, beliau harus menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu tiap beliau melakukan cek gula darah selalu lebih dari 200, bahkan hingga 300. Gejala pertama kali yang dialami adalah kaki beliau gatal-gatal lalu timbul seperti luka tetapi susah kering. Namun syukurnya gatal-gatal itu bisa hilang dan lukanya menjadi kering setelah diminumi obat dan salep khusus pastinya. Setelah itu, gejala itu tidak muncul lagi.

Lalu, tahun kemarin ibuku mengalami hal yang sama, timbul rasa gatal di bagian tertentu dan susah kering. Setelah berkonsultasi ke dokter, ternyata gula darah nya mencapai 400. Ibuku ga mau rawat inap. Setiap kali kami sekeluarga mengajak agar mau di rawat inap pasti ga mau. Ya wajar lah orang tua hehe.

Kemudian puncak dari penyakit gula darah ibuku adalah saat lebaran tahun ini. Pada lebaran hari ke empat atau lima, dan setelah akhirnya beliau mau diajak untuk rawat inap, akhirnya beliau di opname untuk pertama kalinya.

Lalu apa yang menyebabkan diabetes Ibuku ini?



Setelah aku telusuri riwayat penyakit keluarga, aku ga menemukan keluarga yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Itu artinya, diabetes ibuku ini timbul karena pola hidup yang tidak sehat. Dan itu sangat benar. Ibuku adalah pecinta minuman manis. Bahkan dalam sehari ia bisa minum teh beberapa gelas, walau beliau menampik kalau tidak manis, tapi sama aja karena beliau bikin banyak gelas. Apalagi dengan yang namanya es campur, sup buah dll. Dan sayangnya, kesukaan ibuku terhadap minuman manis tidak diimbangi dengan minum air putih yang banyak, karena ia tidak suka air putih. Tiap pagi yang diminum langsung teh. Dan ini sudah beliau lakukan sejak beberapa tahun yang lalu.

Jadi itu yang menjadi salah satu penyebab diabetes yang menimpa Ibuku. Kalian pasti tahu salah satu ciri orang yang terkena diabetes adalah dengan berat badan yang menyusut drastis. Tadinya Ibuku sangat gendut pake banget. Lalu akhir ini beliau sudah agak kurusan Bajunya saja sudah banyak yang longgar-longgar,

Oiya, selain kesukaan beliau terhadap minuman yang manis-manis, ada salah satu hal yang menurutku juga menjadi pemicu penyakit diabetes. Itu adalah pola makan yang tidak teratur. Ibuku setiap makan sangat tidak teratur, dalam artian tidak makan pada jam tertentu. Setelah Ibuku di opname, karena gula darahnya mencapai 450, Ibuku disuruh dokter untuk makan teratur pada jam makan, yaitu tiap pagi, siang, dan malam. Porsi nasinya pun dikurangi. Kalian tahu lah nasi itu juga salah satu menjadi peran utama yang memicu penyakit ganas mematikan ini. Jadi kalau bisa diganti beras merah atau malah diet gula.



Satu hal lagi, ketika bulan ramadhan, Ibuku jarang banget minum air putih. Tiap sahur dan buka langsung minum teh manis. Jadi lebaran langsung melonjak gula darahnya. Oiya ada gejala lagi sebelum ibuku di opname. Beliau sering buang air kecil dengan intensitas yang cukup sering, mungkin setengah jam sekali. Ternyata itu juga menjadi salah satu hal gejala diabetes.

Sejak di opname, Ibuku mulai agak nurut. Ini ga tau ya benar atau salah, menurutku orang yang terkena diabetes kalau disuruh nurut susahnya minta ampun. Misal disuruh jangan ini jangan itu, mereka tetap mengabaikan. Apakah kalian mengalami hal yang sama?

Tapi dengan kekuatan anak yang agak cerewet, akhirnya Ibuku mulai nurut. Cerewet pada orang tu gapapa lah ya, toh itu juga untuk kebaikan beliau. Sekarang walaupun masih harus kontrol sebulan sekali, dan disuntik insulin sehari sekali, gula darahnya mulai normal. Itu pun harus diimbangi dengan minum obat, dan pola makan yang teratur. Tidur pun harus teratur. Karena pernah Ibuku bergadang semalam, gula darahnya kumat lagi.

Jadi sekian pengalaman dari Ibuku yang menderita diabetes. Tujuan tulisan ini adalah hanya untuk sharing pengalaman. Karena sharing is caring right?

Sebagai penutup, mungkin aku akan beri beberapa tips untuk menghindari penyakit ini:

  • konsumsi gula boleh, tapi jangan berlebihan
  • ganti gula dengan pemanis yang lebih aman
  • ganti nasi putih dengan nasi merah, atau sering-sering konsumsi oat meal sebagai pengganti nasi
  • atur pola makan
  • hindari makanan dan minuman manis, konsumsi dengan jangan berlebihan
  • jika kamu memiliki keluarga yang menderita diabetes, kamu harus lebih berhati-hati dan berjaga-jaga
  • olahraga
  • sedia alat cek gula darah di rumah agar bisa mengkontrol secara rutin
Nah sekian tulisan ini. Kalau ada kesalahan aku mohon maaf. Jika mau bertanya atau mau sharing pengalaman kalian, kolom komentar ini sangat terbuka untuk kalian. 




Comments