Foto: Pengurus PD GM FKPPI Jawa Timur dan Anggota GM FKPPI 1307 Tulungagung Foto Bersama Usai Muscab IX.

Suaramuda.com – Musyawarah Cabang (Muscab) IX GM FKPPI PC 1307/Tulungagung menetapkan Sigit Joko Waluyo kembali memimpin organisasi untuk periode 2026–2031. Muscab sekaligus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat soliditas organisasi dan meneguhkan peran GM FKPPI sebagai bagian dari keluarga besar TNI-Polri. 

Muscab IX digelar di Aula KBA, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan kota Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (9/8/2026).

Setelah proses Muscab, Sigit bersama jajaran pengurus periode 2026–2031 dilantik untuk menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 0807/01 Tulungagung, Wakapolsek Kota Tulungagung, Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, perwakilan Kelurahan Karangwaru, Pengurus pusat GM FKPPI , dan Pengurus Daerah XIII GM FKPPI Jawa Timur, serta anggota GM FKPPI PC 1307/Tulungagung.

Pengurus Pusat GM FKPPI Drs. Bintoro, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas PC 1307/Tulungagung.

Menurut Bintoro, kepengurusan sebelumnya telah berhasil membawa organisasi melewati fase pemulihan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebangkitan tersebut berlanjut menjadi organisasi yang semakin solid, berkualitas dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat. "Periode yang pertama adalah masa recovery, dari tidur panjang menjadi bangkit kembali. Ke depan, kita berharap ada peningkatan kualitas dari PC 1307/Tulungagung," ujar Bintoro.

Ia mendorong GM FKPPI PC 1307/Tulungagung memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder pembangunan. Organisasi diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu ikut merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

"Bagaimana kita bersinergi dengan stakeholder pembangunan yang ada, ikut serta dalam pengentasan kemiskinan dan menangani problem-problem sosial yang ada. Termasuk bagaimana meningkatkan keberdayaan keluarga besar TNI-Polri," katanya.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan generasi muda, Bintoro menilai penguatan karakter kader menjadi bagian penting. Jiwa nasionalisme, kedisiplinan dan semangat kebangsaan harus tetap menjadi identitas kader GM FKPPI. Penguatan kualitas kader telah disiapkan melalui pendidikan dan pelatihan organisasi secara berjenjang, mulai tingkat dasar, madya hingga tingkat purna.

"Secara regulasi organisasi, pendidikan dan peningkatan kualitas kader sudah kita tata dengan kurikulum yang ada, mulai tingkat dasar, madya hingga tingkat purna," jelasnya.

Konsolidasi organisasi juga akan diperkuat hingga tingkat cabang dan rayon. PD XIII GM FKPPI Jawa Timur akan terus melakukan koordinasi dengan para pembina dari unsur TNI dan Polri untuk memastikan pembinaan organisasi berjalan secara berkesinambungan.

Sementara itu, Sigit Joko Waluyo mengatakan, kepercayaan untuk kembali memimpin GM FKPPI PC 1307/Tulungagung merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

Menurutnya, periode 2026–2031 tidak cukup hanya melanjutkan program yang sudah berjalan. Kepengurusan baru harus mampu memperkuat organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan memastikan setiap program memiliki arah yang jelas. "Kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab. Karena itu, kepengurusan periode 2026–2031 harus mampu membawa GM FKPPI PC 1307/Tulungagung semakin solid, tertata dan memiliki arah yang jelas," tegas Sigit.

Sigit mengatakan, konsolidasi internal akan menjadi salah satu perhatian utama kepengurusan baru. Komunikasi antara pengurus, anggota dan rayon akan diperkuat agar seluruh unsur organisasi bergerak dalam satu visi. "Kami akan memperkuat kebersamaan di internal organisasi, membangun komunikasi dengan seluruh anggota dan rayon, serta terus bersinergi dengan para pembina, baik dari unsur TNI maupun Polri," ujarnya.

Ia juga menegaskan identitas GM FKPPI sebagai bagian dari keluarga besar TNI-Polri harus tercermin dalam sikap dan tindakan kader, bukan sekadar menjadi identitas organisasi.(Indah)