Iklan

Iklan

,

Iklan

Peduli Terhadap Kesehatan Wargabinaan, Lapas Bangkinang Adakan Penyuluhan dan Skrining Tuberkulosis

Redaksi
16 Jun 2022, 21:55 WIB Last Updated 2022-06-16T14:55:12Z
KAMPAR - Lapas Bangkinang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dan UPT Puskesmas Bangkinang Kota memberikan penyuluhan dan skrining dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi tuberkulosis, Kamis, 16 Juni 2022.

Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan TBC merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV.

Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru.

Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui semburan air liur dari batuk atau bersin dari pengidap TB yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah. Walaupun biasanya menyerang paru-paru, penyakit ini dapat memberi dampak juga pada tubuh lainnya seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya. 

Kepala Seksi Binaan Anak Didik, Erik  S. Ginting mewakili Kalapas Bangkinang menyambut kedatangan petugas Puskesmas Bangkinang Kota yang akan melaksanakan penyuluhan penyakit TBC.

“Terimakasih kepada Bapak Ibu yang telah hadir ke Lapas Bangkinang untuk memberikan penyuluhan penyakit TBC, semoga rekan-rekan wargabinaan dapat memahami cara mengantisipasi potensi penularan TBC,” ujarnya.

“Jangan sungkan untuk bertanya, dan jika memang ada yang rasanya memiliki gejala TB langsung sampaikan agar dapat kita obati sedini mungkin, juga supaya tidak menularkan kepada teman-teman yang lain,” sebut Erik kepada peserta penyuluhan. 

Joni Hidayat mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dalam sambutannya menerangkan sedikit tentang penyakit TBC yang merupakan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV.

“Didunia ini, Indonesia termasuk kedalam negara ketiga terbanyak penderita TBC. Berdasarkan latar belakang itulah, Pemerintah kita menggelontorkan sebuah kegiatan penyuluhan, skrining dan pengobatan agar penderita dan yang bukan penderita TBC dapat terlindungi dari penyakit ini,” sebut Joni.

“Kami berharap teman-teman wargabinaan dapat mengikuti kegiatan penyuluhan ini dengan baik, dan juga dapat memberikan ilmu pemahanan terkait TBC ini minimal kepada orang-orang sekitaran kita, sehingga berarti kita telah ikut andil membangun kesehatan negara,” pungkasnya. (**)

Iklan