Iklan

Iklan

,

Iklan

Pengunjung Dibuat Nyaman, Ruangan Tunggu Lapas Bangkinang Dilengkapi Area Bermain Anak

Redaksi
15 Jun 2022, 15:42 WIB Last Updated 2022-06-15T08:42:48Z
KAMPAR - Upaya konkret Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang Kanwil Kemenkumham Riau dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat sangat gencar dilaksanakan.

Tak  hanya meningkatkan layanan pada Wargabinaan Pemasyarakatan (WBP), namun peningkatan layanan ini turut diberikan kepada masyarakat atau keluarga dari wargabinaan yang ingin melakukan kunjungan ke Lapas Bangkinang, Rabu, 15 Juni 2022.

Kunjungan yang dimaksud adalah layanan penitipan paket, menanyakan integrasi WBP, atau menyampaikan pengaduan. Selain kunjungan dari masyarakat, terdapat juga stakeholder yang ingin berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas, baik dari Aparat Penegak Hukum (APH), Penasihat Hukum, Insan Pers dan lain sebagainya.

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengunjung, Lapas Bangkinang menyediakan beberapa fasilitas pendukung yang ditempatkan pada ruangan Layanan Terpadu Satu Pintu (Yantersatu). Diantaranya area bermain anak, free charging station, ruang laktasi, makanan dan minuman gratis, bangku prioritas, free wifi, pojok bacaan, payung dan mantel turut dilengkapi pada ruangan tunggu ini.

“Pengunjung yang ingin menitipkan paket WBP diantaranya ada yang membawa anak-anak. Untuk itu, kami melengkapi ruangan tunggu dengan area bermain anak, harapannya agar ruang tunggu tersebut dapat nyaman dan ramah untuk anak,” sebut Sutarno, Kalapas Bangkinang.

“Kami juga menyiapkan buku bacaan dan beragam mainan anak, sehingga anak-anak tidak mudah jenuh atau bosan,” terangnya.

Tak habis disitu, Lapas Bangkinang juga menyiapkan makanan dan minuman gratis selama menunggu antrian layanan penitipan paket WBP yang dijadwalkan setiap Hari Selasa dan Kamis.

“Khusus untuk Hari Selasa dan Kamis, kami juga menyediakan free makanan dan minuman kepada pengunjung yang menunggu antrian layanan Penitipan Paket WBP,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan layanan ini dilaksanakan sebagai komitmen dari pihaknya untuk membangun Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Satuan Kerja yang dipimpinnya.

“Fokus utama dari Pembangunan Zona Integritas menuju WBK adalah peningkatan layanan kepada masyarakat. Sudah saatnya ASN bermental melayani dan memiliki integritas yang tinggi. Dengan adanya mental seperti itu, harapan tercapainya kepuasan dari masyarakat tentu dapat kita wujudkan,” tutupnya. (**)

Iklan