Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tulungagung, Arif Effendi.

Suaramuda.com - Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tulungagung, Arif Effendi, mengungkapkan bahwa harga beras di pasaran saat ini mulai mengalami kenaikan. Meski tidak signifikan, tren kenaikan ini terjadi tidak hanya di Tulungagung, tetapi juga secara nasional.

“Kenaikannya memang belum besar, tapi sudah terasa. Salah satu penyebab utamanya adalah masa panen yang telah selesai dan saat ini petani memasuki musim tanam,” ujar Arif saat dikonfermasi, Senin, (21/7/2025).

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa Bulog baru saja menerima penugasan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mulai berlaku pada bulan ini hingga Desember mendatang.

“Penugasan SPHP baru turun bulan ini. Beras tersebut nantinya akan disalurkan melalui berbagai kegiatan seperti Gelar Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar,” jelasnya.

Sebagai langkah tambahan untuk menekan kenaikan harga, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan dari Bulog kepada masyarakat yang datanya mengacu pada DTSEN dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut diberikan selama dua bulan, yakni Juni dan Juli.

“Ini sangat membantu untuk menjaga kestabilan harga beras di tengah masa tanam,” imbuh Arif.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat atas potensi permainan harga oleh pedagang, Arif memastikan bahwa pengawasan dilakukan setiap hari di lima pasar besar di Tulungagung. Pemantauan harga dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Ketahanan Pangan, serta Bagian Perekonomian Setda.

“Kami terus update harga harian, terutama untuk komoditas utama seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih,” terangnya.

Untuk stok, masyarakat tidak perlu khawatir. Arif menegaskan bahwa ketersediaan beras SPHP di gudang Bulog sangat mencukupi.

“Stok beras SPHP aman. Itu hasil serapan dari petani Tulungagung yang sudah dikemas ulang dan siap disalurkan sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah,” jelasnya.

Masyarakat diminta tetap tenang, karena Pemerintah terus mengupayakan stabilitas harga dan ketersediaan stok, termasuk dengan bantuan pangan dan pengawasan pasar. (Ind).