Kepala BNN Kabupaten Tulungagung Rose Iptriwulandhani, S.Psi., M.M.
Suaramuda.com - Kepala BNN Kabupaten Tulungagung, Rose Iptriwulandari S.Psi., M.M menegaskan bahwa narkoba merupakan bahaya laten karena dampaknya tidak langsung terlihat, namun perlahan bisa merusak sendi kehidupan bangsa.
“Dampaknya bisa menyebabkan ketergantungan, merusak fisik, mental, sosial, ekonomi, budaya, bahkan stabilitas ketahanan nasional. Narkoba juga bisa menghilangkan satu generasi bangsa, inilah mengapa disebut bahaya laten, bahaya yang tersembunyi,” tegas Rose.
Rose menyebut Indonesia saat ini tengah dibombardir penyelundupan narkotika besar-besaran. Pada Mei lalu, hanya dalam waktu seminggu aparat berhasil menggagalkan hampir 4 ton narkotika. “Ini bukti bahwa negara kita masih dijadikan pasar potensial sindikat jaringan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, modus operandi peredaran narkoba semakin canggih, mulai dari penyelundupan lewat jalur tikus kepulauan hingga pemanfaatan aplikasi komunikasi yang sulit terdeteksi, salah satunya aplikasi Zengi yang bisa digunakan tanpa identitas resmi.
“Ini menjadi tantangan berat dalam mengungkap jaringan narkoba,” jelas Rose.
Kelompok yang paling rentan menjadi korban adalah remaja. “Fase perkembangan remaja ditandai rasa ingin tahu yang tinggi dan keterikatan dengan teman sebaya. Kondisi ini dimanfaatkan pengedar dan bandar untuk merusak generasi,” katanya.
Rose juga mengingatkan peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama pencegahan. “Keluarga adalah sekolah pertama. Bila keluarga mampu menanamkan nilai agama, membangun ketahanan diri, otomatis akan menjadi pelindung kuat dari serangan narkoba,” tegasnya.
Terkait penegakan hukum, Rose menilai lemahnya eksekusi hukuman mati menjadi celah sindikat narkoba tetap beroperasi. “Kalau ada oknum aparat ikut bermain, maka komitmen perang terhadap narkoba akan sia-sia,” tandasnya.
Sebagai langkah konkret, BNN Tulungagung terus melakukan pencegahan masif melalui sosialisasi, advokasi, pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba), serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Rehabilitasi bagi pecandu juga sangat penting. Dengan pendampingan tenaga profesional, mereka bisa pulih, hidup sehat, dan kembali produktif,” tutup Rose.(Ind)