Suaramuda.com – Peralihan musim angin dari muson barat ke muson timur memicu potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, melalui Sekretaris M. Fairuza Alhida, menegaskan bahwa BPBD mengacu sepenuhnya pada informasi resmi dari BMKG dalam memantau fenomena cuaca.
“BPBD tidak memiliki kewenangan teknis untuk memprediksi angin kencang maupun gelombang tinggi. Semua data prakiraan cuaca, arah dan kecepatan angin, serta potensi gelombang tinggi bersumber dari BMKG. Peran kami adalah menyebarkan informasi dan mengantisipasi dampaknya di wilayah Tulungagung,” ujar Fairuza, Selasa (20/01/2026) .
kewaspadaan khusus bagi warga pesisir, pegunungan, dan jalur rawan bencana. Masyarakat pesisir diimbau menunda aktivitas melaut saat angin kencang dan gelombang tinggi. Warga perbukitan dan pegunungan diminta mewaspadai pohon tumbang, longsor, dan kerusakan bangunan. BPBD juga mengingatkan untuk mengamankan benda-benda di sekitar rumah, memangkas pohon rawan tumbang, serta selalu mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG.
Kesiapsiagaan dan Posko Darurat menurutnya sebagai langkah antisipatif. "BPBD menyiagakan personel 24 jam, berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, dan Polri, serta menyiapkan mekanisme penanganan darurat dan evakuasi. Posko siaga BPBD berlokasi di Jalan Mastrip Nomor 24, Jepun, Tulungagung", tuturnya.
Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui perangkat desa, Instagram @bpbd_tulungagung, link bit.ly/Si_PANTAU, atau WA Center di 0851 8668 0700.
BPBD menilai kesiapsiagaan masyarakat cukup baik, terlihat dari cepatnya laporan kejadian bencana, termasuk pohon tumbang akibat angin kencang yang berhasil diatasi secara gotong royong.
Desa Tangguh Bencana (Destana) bahkan mampu menangani asesmen dampak bencana mandiri. BPBD mendorong warga bersikap antisipatif, memahami risiko lingkungan, dan segera melaporkan kejadian darurat.
BPBD Kabupaten Tulungagung bekerja sama erat dengan BMKG, pemerintah desa, TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait lain untuk menyampaikan peringatan dini dan imbauan. Sinergi ini diharapkan meminimalkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem.(Ind)