Iklan

Iklan

,

Iklan

Kisah Pasutri, Objek Wisata Ulu Kasok Sebagai Perantara Ketemu Jodoh

Redaksi
19 Mei 2022, 06:52 WIB Last Updated 2022-05-18T23:52:40Z
Kisah Pasutri, Objek Wisata Ulu Kasok Sebagai Perantara Ketemu Jodoh

KAMPAR - Kisah Inspiratif yang menarik perhatian Netizen, dimana  pasangan suami istri Muhammad Zikri kelahiran  Pulau Gadang 4 Juli 1994, bersama Fitri Liana kelahiran Sei Kijang 27 Desember 1995 Sukses di usia muda.

Begini kisah inspiratif pasangan muda Muhammad Zikri bersama Fitri Liana yang di kutip suaramuda Rabu 18 Mei 2022.

Pada bulan juli 2017 saya baru selesai malaksanakan sidang tugas akhir S1 Teknik Sipil 
Universitas Riau. Sambil menunggu waktu wisuda yang akan dilaksanakan pada bulan oktober 2017.
saya pulang kampung sambil mengirimkan lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan besar yang ada 
di provinsi riau. 

Ketika ada waktu luang saya manfaatkan menjadi pemandu wisata (tour guide)
membawa para pengunjung objek wisata puncak ulu kasok raja ampat kampar berkeliling pulau-pulau 
kecil yang ada di danau PLTA Koto Panjang dan tidak jarang saya memandu sampai ke air terjun 
gulamo yang berjarak kurang lebih Dua jam dari ulu kasok menggunakan perahu (speed boat).

Suatu ketika saya bersantai untuk melepas penat tidak sengaja membuka sosial media sebut saja 
instagram seorang wanita yang belum pernah saya kenal sebelumnya sedang memposting foto selfi
yang berlatar puncak ulu kasok dengan senyum ayu, wajah terlihat anggun mempesona dan unik 
membuat saya penasaran serta mencoba untuk beranikan diri untuk berkenalan menggunakan direct 
message (DM) namun tidak di respon sama sekali hanya di baca saja. 

Pada bulan september 2017 dengan izin Allah SWT saya di terima di sebuah perusahaan 
bergerak dibidang penyedia jasa konstruksi pada proyek jalan tol pekanbaru-dumai sebagai karyawan 
kontrak proyek yang menyebabkan saya harus tinggal di mes karyawan yang terletak di perumahan guru cendana rumbai. 

Setelah beberapa bulan bekerja saya masih tetap sering kepoin instagram storynya dan kalau dia posting saya sering menyukai (like) kemudian saya beranikan lagi untuk kirim direct message (DM) memperkenalkan diri serta mengajaknya berkenalan, alhamdulillah kali ini direspon walaupun responnya terkesan cuek dan secukupnya saja dan itu berlanjut terus menerus sampai suatu sore setelah gajian saya beranikan diri untuk mengajak dia jumpa untuk makan malam di salah satu mall di pekanbaru.

Setelah pulang dari makan malam perdana itu ternyata membawa kesan yang sangat baik untuk kami berdua sehingga komunikasinya semakin intens dan berlanjut 
tukar nomor whatshapp, selanjutnya pada pertemuan kedua tepatnya tanggal 6 mei 2018 kami jumpa lagi di salah satu cafe di pekanbaru. disana saya mengungkapkan ketertarikan saya dan memberanikan 
diri mengajak berkomitmen untuk sampai kejenjang yang lebih serius. 

Pada bulan november 2018 saya ikut tes management trainee perusahaan tempat saya bekerja 
tersebut yang diadakan di universitas andalas (UNAND) padang, hasilnya saya lulus menjadi karyawan management trainee (MT) sehingga harus menandatangani kontrak perjanjian tidak boleh 
menikah selama 1 tahun masa management trainee. 

Sepulang dari tes tersebut saya mendatangi kedua 
orang tuanya kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan saya yaitu untuk meminta 
menunggu 1 tahun kedepan baru bisa melamar anak gadis mereka. Alhamdulillah tanggapan dari 
kedua orang tuanya sangat baik, ramah namun tetap mengingatkan untuk tidak berlama-lama pacaran 
pesan dari mereka juga yang membuat hati kami berdua mantap untuk saling ikhtiar dan saling 
mendo’akan. 

Singkat cerita 1 tahun masa management trainee itu berlalu akhirnya pada tanggal 12 
desember 2019 saya secara resmi melamarnya serta merencanakan akad nikah tanggal 27 maret 2020 
dan tanggal 29 maret 2020 merencanakan resepsi.

Setelah segala persiapan untuk hari pernikahan itu siap seperti undangan sudah tercetak, bahan-bahan dapur untuk menyambut tamu sudah di stock dan tenda serta baju pengantin sudah di pesan.

Kemudian Allah SWT menguji kesabaran kami dengan adanya pandemi covid-19 tepatnya Tiga hari menjelang akad nikah ada surat pemberitahuan dari pihak kepolisian setempat bahwa dilarang membuat acara atau kegiatan yang menimbulkan keramaian, bagi yang tidak mematuhi aturan tersebut akan di bubarkan secara paksa serta penyelenggara kegiatan akan di beri sanksi. 

Atas dasar surat kepolisian tersebut maka acara resepsi yang sudah di tetapkan 
kemudian dibatalkan dan hanya bisa melanjutkan akad nikah saja dengan syarat peserta yang 
menyaksikan akad nikah juga di batasi.

Kemudian setelah resmi menikah kami tinggal di kontrakan perumahan guru cendana rumbai 
selama lebih kurang Enam bulan, kemudian saya mendapat surat tugas baru pindah ke proyek jalan tol 
binjai-stabat, sumatera utara tepatnya bulan oktober 2020 dari sini kami kembali belajar sabar dan saling menyemangati walupun lagi long distence relationship (LDR). 

Kemudian bulan desember 2020 istri saya menyusul dan kami mengontrak rumah di stabat, kabupaten langkat. Selama di stabat kami mengikuti program hamil (promil) dengan salah satu dokter distabat. Setelah 5 bulan bersama saya kembali mendapat surat tugas baru pindah ke kantor pusat tepatnya di Kota Jakarta.

Akhirnya pada mei 2021 istri saya antar pulang kampung ke rumah mertua dan saya berangkat ke kota jakarta. Kembali kami harus menjalani long distence relationship (LDR) sebagai suami istri. tapi tidak ada masalah karena sudah terbiasa. 

1 bulan kemudian tepatnya bulan juli 2021 istri saya minta untuk nyusul ke kota jakarta dan kami kembali tinggal di kosan. 

Ketika kami tinggal di jakarta beberapa minggu kami mendapat kado terindah dari Allah SWT yaitu tanda-tanda istri saya lagi hamil dan benar setelah kami melakukan konsultasi dan USG dengan salah satu klinik dokter di jakarta selatan beliau memperjelas kalau istri saya lagi hamil anak perempuan.

Beberapa bulan kemudian kami melakukan konsultasi dan USG kembali dengan dokter berbeda hasilnya bahwa anak kami itu laki-laki. 

Dari sini kami mulai berserah diri sama Allah SWT apapun jenis kelamin anak kami nanti tetap akan kami rawat dan besarkan sebaik mungkin agar menjadi anak yang cerdas, berbakti kepada kedua 
orang tua serta berguna bagi nusa bangsa dan agama islam.

Setelah usia kandungan istri saya 7 bulan tepatnya pada bulan november 2021 istri saya 
pulangkan ke rumah mertua agar proses persalinannya nanti di kampung saja dengan pertimbangan ada yang bisa merawat bayi yang baru lahir dikarenakan kami berdua sebagai orang tua muda yang 
belum punya pengalaman merawat bayi baru lahir. Kembali kami harus menjalani long distence 
relationship (LDR) dan tidak lama kemudian tepatnya tanggal 15 januari 2022 lahirlah putra pertama 
kami yang kemudian kami beri nama Bintang Ghazi Adzikri yang artinya (pejuang yang bersinar dan melindungi).

Dimana saat istri saya melahirkan saya tidak bisa mendampingi dikarenakan masih di 
jakarta, satu hari setelah putra kami lahir barulah saya sampai di pekanbaru kemudian mengazankan 
kembali setelah sebelumnya sudah di azankan oleh mertua saya beberapa jam setelah putra kami lahir. 
Setelah umur putra kami baru menginjak 15 hari saya kembali ke kota jakarta untuk bekerja dan 
sampai hari ini rabu, 13 april 2022 saya masih di kota jakarta artinya kami kembali menjalani long distence relationship (LDR). (HAP)

Iklan