Iklan

Iklan

,

Iklan

Peringati Hari Dharma Karya Dhika Ke-77, Lapas Bangkinang Gelar Donor Darah

Redaksi
6 Agu 2022, 19:13 WIB Last Updated 2022-08-06T12:13:33Z
BANGKINANG - Pegawai Lapas Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Aula Kantor, Jum’at 5 Agustus 2022.

Mendonorkan darah selain dinilai sebagai kegiatan kemanusiaan, ternyata juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. 

Donor darah dapat mengeluarkan sel darah yang sudah tua dan merangsang pertumbuhan sel darah baru. Mengetahui banyak manfaat dari donor darah, 

Kegiatan donor darah ini termasuk kedalam rangka peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022. Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar, Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Pejabat Struktural, Staf dan Anggota Regu Pengamanan mengikuti tahapan verifikasi sebelum dilakukan pendonoran darah.

Tahapan verifikasi meliputi Tahap Registrasi, pengecekan tensi darah, pengecekan HB (Haemoglobin), pengecekan golongan darah dan konseling oleh tim medis dari PMI. Setelah dinyatakan dalam kondisi yang fit, peserta donor darah baru dilakukan pengambilan darah sebanyak 350 cc (1 kantong).

Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno menyampaikan, bahwa kegiatan donor darah ini adalah sebagai refleksi kepedulian dari petugas pemasyarakatan dalam hal kemanusiaan, yang mana juga bertepatan dengan Hari jadi Kemenkumham RI Ke-77 Tahun.

“Kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian perayaan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun, yang mana seluruh petugas Lapas Bangkinang kita libatkan untuk melakukan donor darah,” ucap Sutarno.

“Donor darah yang telah dilaksanakan ini juga sebagai wujud kepedulian Petugas Pemasyarakatan dalam hal kemanusiaan, yang mana kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan dalam event perayaan hari jadi Kemenkumham dan Pemasyarakatan,” tambahnya.

Ia juga menerangkan kegiatan kemanusiaan lainnya yang telah dilaksanakan Lapas Bangkinang dalam rangka HDKD Ke-77 Tahun.

“Sebelumnya kami juga telah melaksanakan bakti sosial pada panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan. Harapannya apa yang dilaksanakan ini dapat menjadi pengingat bagi kami, bahwa petugas pemasyarakatan harus peka terhadap kegiatan-kegiatan kemanusiaan sebagai wujud dari solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan,” pungkasnya. (**)

Iklan