Komisi C DPRD Tulungagung Salurkan Bantuan ke Dua Yayasan Lansia, Semangat Untuk Para Sepuh.

Suaramuda.com - Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan ke dua yayasan lansia yang berada di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Gondang, Sabtu (2/8/2025). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia yang tinggal di lembaga sosial non-pemerintah.

“Kegiatan hari ini bentuk kerjasama Komisi C dengan mitra. Bantuan kita salurkan ke dua yayasan lansia sebagai bentuk kepedulian,” ujar Ketua Komisi C, Binti Luklukah.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan harian, seperti beras, popok dewasa, dan peralatan mandi. Menurut Binti, kedua yayasan tersebut dikelola oleh masyarakat yang secara sukarela merawat lansia yang terlantar maupun yang dititipkan keluarganya.

“Beliau-beliau ini masyarakat umum yang peduli pada orang terlantar. Kami berusaha mendukung semampu kami,” katanya.

Binti juga menyampaikan bahwa perhatian dari DPRD terhadap kedua yayasan ini telah berlangsung beberapa waktu, dan kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut dari komitmen tersebut.

“Insya Allah tanggal 9 mulai ada pembangunan fondasi di salah satu yayasan. Ini bentuk perhatian nyata kami, dan akan terus berlanjut,” tambahnya.

Ia juga menitipkan pesan semangat kepada para pengurus yayasan dan lansia yang dirawat. “Tetap semangat dan sabar. Mereka luar biasa, masih bisa membantu sesama secara gratis. Kami sebagai wakil rakyat menjalankan amanah dengan memberi perhatian kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Keakraban Muslim Tulungagung, Purwo Asmadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan DPRD ke Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i di Desa Balerejo, Kecamatan Kauman.

“Alhamdulillah ini kunjungan pertama dari pejabat. Kami surprise karena sebelumnya tidak kenal, justru beliau-beliau yang menghubungi duluan. Semoga ini bentuk perhatian nyata,” ujarnya.

Purwo menjelaskan bahwa pesantren sepuh ini telah berjalan enam bulan dengan fokus membina lansia agar tetap mendapat pengajaran agama, baik yang sehat maupun yang sakit. Saat ini, terdapat 13 orang yang dirawat, terdiri dari 10 orang asal Tulungagung dan 3 dari luar daerah.

“Yang sakit kami bantu pengobatannya, yang sehat kami bina agamanya. Kebutuhan harian seperti beras dan sabun itu sangat mendesak,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa pesantren ini bukan tempat pembuangan orang tua. “Yang datang ke sini niatnya belajar agama, bukan dibuang,” tegasnya. (Ind).