Foto: Pengelolaan wisata alam di Tulungagung diarahkan agar tetap selaras dengan pelestarian lingkungan.
Suaramuda.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Yuli Murniingsih mengatakan, bahwa pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian ekosistem.
Menurutnya, konsep pariwisata berkelanjutan menjadi arah utama dalam pengelolaan destinasi wisata alam di Tulungagung agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat.“Wisata alam harus berkembang tanpa merusak ekosistem. Kelestarian lingkungan justru menjadi daya tarik utama yang harus dijaga,” ujarnya, Jumat (22/5/2026),
Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya penetapan zonasi kawasan wisata dan kawasan konservasi untuk melindungi area yang memiliki nilai ekologis tinggi. Disbudpar juga mendukung kegiatan konservasi, termasuk pelestarian penyu di Pantai Galur Pakis.
Selain itu, peran masyarakat diperkuat melalui pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat langsung dalam pengelolaan destinasi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Pengawasan dan pendampingan terhadap destinasi wisata juga dilakukan secara berkala, disertai kerja sama dengan berbagai pihak dalam penguatan edukasi lingkungan.
Dari sisi fasilitas, pemerintah daerah turut menyediakan sarana pendukung seperti tempat sampah, rambu larangan, serta sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata untuk mengurangi potensi pencemaran.
Disbudpar juga mendorong edukasi berbasis konsep geopark guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya menjaga warisan alam dan geologi daerah. Meski demikian, tantangan lingkungan masih ditemui, terutama sampah kiriman rumah tangga di kawasan pesisir seperti Pantai Gemah dan Sidem. Namun secara umum, kondisi wisata alam di Tulungagung masih tergolong stabil.
Disbudpar menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan wisata. Pengelolaan berbasis komunitas melalui Pokdarwis dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam momentum Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Disbudpar Tulungagung mengajak masyarakat dan wisatawan untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai warisan bersama.(Ind)