Ida Lela, Warga Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Pemilik Usaha Batako.

Suaramuda.com - Di sudut sebuah desa yang terus berkembang, dentingan cetakan batako terdengar hampir setiap pagi. Suara itu menjadi penanda perjuangan seorang perempuan bernama Ida Lela, pengusaha UMKM yang kini merasakan langsung manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dari halaman rumah yang disulap menjadi area produksi, Ida menata langkah kecil yang kini menjelma menjadi kekuatan ekonomi keluarga.

Perjalanan Ida tidak selalu mulus. Bertahun-tahun ia menjalankan usaha batako dengan peralatan seadanya. Kapasitas produksi terbatas, sementara permintaan dari masyarakat terus meningkat. Kondisi itu membuat Ida berpikir keras bagaimana caranya mengembangkan usaha tanpa membebani keuangan keluarga. Hingga pada tahun 2024, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta dengan tenor tiga tahun dan angsuran sekitar Rp760 ribu per bulan.

Keputusan itu mengubah segalanya.

Dengan modal dari KUR, Ida membeli mesin cetak batako yang lebih modern, memperbaiki area produksi, bahkan menambah tenaga kerja dari warga sekitar. Produksi batako yang semula hanya beberapa ratus biji per minggu, kini meningkat signifikan. Area pengeringan yang lebih luas membuat pengiriman pesanan pun jauh lebih cepat dan stabil.

“Saya sangat berterima kasih kepada BRI karena telah membantu meningkatkan ekonomi keluarga dan usaha saya. Tanpa dukungan KUR, mungkin usaha ini tidak berkembang seperti sekarang,” ujar Ida dengan mata berbinar, mengingat bagaimana hidupnya berubah sejak mendapat bantuan tersebut.
(Hasil Pengerjaan Batako).

Sebagai salah satu produsen batako yang mulai diperhitungkan di wilayahnya, Ida kini merasa usahanya semakin kuat menghadapi persaingan. Ia mengaku tidak ingin berhenti pada pencapaian saat ini. Setiap hari, Ida terus menata dan mengembangkan UMKM-nya agar semakin profesional dan mampu menjangkau pelanggan lebih luas—mulai dari toko bangunan, proyek perumahan kecil, hingga permintaan dari luar daerah.

Ida memahami benar bahwa sektor material bangunan akan terus dibutuhkan. Baginya, setiap batako yang ia cetak bukan hanya bahan bangunan, tetapi bagian dari mimpi dan masa depan keluarganya.

Karena itu, Ida berharap program KUR BRI terus diperkuat dengan suku bunga rendah dan kemudahan akses agar semakin banyak masyarakat kecil yang bisa merasakan manfaatnya. “KUR bukan hanya pinjaman, tetapi peluang besar. Semoga semakin banyak pelaku UMKM yang bisa merasakan manfaat yang sama seperti saya,” tuturnya.

Kisah Ida Lela menjadi bukti bahwa ketika kesempatan bertemu dengan kegigihan, hasilnya dapat mengubah kehidupan. Dan bagi Ida, setiap tumpukan batako yang ia hasilkan hari ini adalah pondasi untuk mimpi yang lebih besar esok hari—mimpi yang ia bangun bersama KUR BRI.

Penulis : HARISEP ARNO PUTRA