Defri Juliant, anak kandung pasien yang diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum pegawai puskesmas, menyebut keterangan yang disampaikan pihak puskesmas di media sebagai tidak sesuai fakta.
“Tidak ada permintaan maaf secara resmi ke ibu saya, baik dari oknum maupun kepala puskesmasnya,” tegas Defri dalam unggahan di media sosial pribadinya yang kini viral.
Ia menilai pihak puskesmas terkesan mengabaikan persoalan tersebut, meskipun pemberitaan sudah ramai dan menuai sorotan publik.
“Ini jangan main-main. Berita soal bobroknya kinerja kalian sudah ramai. Masa masih diam? Apa harus saya perbesar lagi masalahnya?” tulis Defri dengan nada kesal.
Menurut Defri, persoalan ini tidak bisa disederhanakan sebagai miskomunikasi. Ia menegaskan bahwa ibunya secara jelas mendapatkan umpatan dari seorang oknum pegawai puskesmas yang disebut bernama Vera.
“Ini bukan miskomunikasi. Ibu saya dihina dan direndahkan. Punya adab dan etika atau tidak?” lanjutnya.
Defri juga membantah adanya klaim bahwa permintaan maaf telah disampaikan. Ia menjelaskan bahwa pertemuan yang disebut-sebut sebagai klarifikasi hanya terjadi secara kebetulan di jalan dan tidak mencerminkan etika maupun tanggung jawab institusi.
“Kalau cuma berpapasan di jalan, itu bukan permintaan maaf. Dianggap apa ibu saya?” ujarnya.
Ia menegaskan, yang ia tuntut adalah permintaan maaf secara resmi, dilakukan dengan cara menemui langsung ibunya sebagai pihak yang dirugikan.
“Saya maunya mereka temui ibu saya secara resmi dan meminta maaf. Sampai sekarang tidak ada permintaan maaf resmi,” kata Defri.
Kepada Suaramuda.com, Selasa malam (16/12), Defri kembali menekankan agar pihak puskesmas berhati-hati dalam memberikan keterangan kepada media.
“Jangan coba-coba berbohong di media. Nanti kena batunya,” pungkasnya. (HARISEP ARNO PUTRA)