Puskesmas Bangkinang Kota.

Suaramuda.com – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi viral dan menuai kecaman publik. Unggahan tersebut berisi keluhan seorang warga yang mengaku ibunya menerima perlakuan tidak pantas saat menjalani pemeriksaan kesehatan mata di Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.

Dalam unggahan yang telah dibagikan dan mendapat ribuan reaksi tersebut, penulis menyampaikan kekecewaannya terhadap oknum tenaga kesehatan yang diduga melontarkan ucapan kasar bernada penghinaan kepada ibunya. Dugaan itu muncul lantaran pasien tidak memahami prosedur pemindaian barcode dalam alur pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan bukan ajang mencaci, melainkan tempat untuk memberi rasa aman dan penghargaan kepada pasien,” tulis akun Facebook Defri Juliant, Selasa, 16 Desember 2025.

Penulis unggahan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih dilakukan terhadap pasien. Ia juga secara terbuka menuntut permintaan maaf resmi kepada ibunya atas dugaan perlakuan verbal yang tidak pantas tersebut.

Nama Oknum Disebut di Kolom Komentar
Situasi kian memanas setelah di kolom komentar, akun Defri Juliant—yang terverifikasi sebagai pembuat unggahan—menyebutkan nama tenaga kesehatan yang diduga terlibat, lengkap dengan unit kerjanya di Puskesmas Bangkinang Kota.

Penyebutan tersebut memicu beragam respons lanjutan dari warganet. Mulai dari kecaman, dukungan terhadap korban, hingga desakan agar instansi terkait segera melakukan klarifikasi dan evaluasi internal.

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah warganet yang mengaku memiliki keterkaitan dengan fungsi pengawasan DPRD juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kasus ini, apabila pelapor bersedia memberikan data dan kontak guna proses klarifikasi.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak lagi dipandang sebagai masalah pribadi, melainkan telah berkembang menjadi isu pelayanan publik yang menyangkut etika tenaga kesehatan dan kualitas layanan fasilitas kesehatan pemerintah.

Klarifikasi Pihak Puskesmas
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Bangkinang Kota, dr. Yudi Susanto, M.K.M, saat dikonfirmasi Suaramuda.com melalui pesan WhatsApp pribadinya, menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat miskomunikasi.

Menurutnya, pihak tenaga kesehatan dan keluarga pasien telah saling mengenal sejak lama. Ia juga mengaku telah bertemu langsung dengan orang tua Defri Juliant untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Ini hanya miskomunikasi saja. Kami sudah berjumpa dengan orang tua Defri dan permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan serta saling memaafkan,” ujar dr. Yudi. (HARISEP ARNO PUTRA)