Suaramuda.com – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Tulungagung menembus Rp110 ribu per kilogram dalam tiga hingga empat hari terakhir. Lonjakan ini menjadi kenaikan tertinggi dibandingkan komoditas bumbu dapur lainnya selama Ramadan.
Kepala UPT Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Zainul Mansur, Jumat (20/2/2026) mengatakan, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta terganggunya pasokan akibat cuaca ekstrem.
“Harga cabai merah keriting saat ini Rp40 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp40 ribu per kilogram, dan cabai rawit merah paling tinggi mencapai Rp110 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan mulai terjadi sejak awal pekan ini. Curah hujan tinggi berdampak pada produksi di tingkat petani sehingga pasokan ke pasar berkurang. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga selama Ramadan mengalami peningkatan.
Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp44 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih relatif stabil di harga Rp32 ribu per kilogram. Untuk komoditas sayuran seperti bayam, kangkung, dan kol masih dalam kondisi relatif terjangkau.
Zainul memastikan hingga saat ini belum terjadi kelangkaan barang. Stok di pasaran masih tersedia, meski terjadi penyesuaian harga pada sejumlah komoditas.
Terkait potensi pergerakan harga menjelang Lebaran, Disperindag masih terus melakukan pemantauan. Secara tren tahunan, harga cabai berpotensi kembali meningkat mendekati Idul fitri karena lonjakan permintaan. Namun, apabila cuaca membaik dan distribusi kembali lancar, harga dimungkinkan stabil bahkan berangsur turun.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus mengawasi perkembangan harga guna menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan.(Ind)