Arca Domas, situs batu bersejarah yang dikenal sebagai lokasi sakral peninggalan leluhur Sunda di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor.
Suaramuda.com – Arca Domas, situs batu kuno yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi lokasi yang dianggap sakral serta menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Situs ini kerap dikaitkan dengan legenda Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Sunda Pajajaran.
Terletak di kawasan Gunung Salak, Arca Domas hanya dapat diakses melalui jalur pendakian dengan pendamping resmi. Lokasinya yang berada di tengah kawasan hutan lindung membuat situs ini tetap terjaga keasriannya sekaligus menambah nuansa mistis yang melekat di tengah masyarakat.
Seorang spiritualis, Faustino, yang pernah mengunjungi lokasi tersebut, menyebut bahwa di kawasan itu terdapat ratusan batu yang tersusun menyerupai altar dan punden berundak. Struktur tersebut diduga menjadi tempat pemujaan atau ritual masyarakat Sunda pada masa lampau.
“Di sana terdapat susunan batu yang membentuk semacam altar. Situs ini diyakini sebagai tempat penghormatan kepada leluhur dan pusat kegiatan spiritual masyarakat pada zamannya,” ujar Faustino, Sabtu (14/2/2026).
Secara arkeologis, struktur batu di Arca Domas diperkirakan berasal dari tradisi megalitik yang berkembang di Nusantara, dan kemungkinan berlanjut hingga masa Kerajaan Sunda. Bentuk punden berundak yang ditemukan di lokasi tersebut menunjukkan ciri khas budaya megalitik yang mengedepankan pemujaan terhadap leluhur serta kekuatan alam.
Dalam tradisi lisan masyarakat Sunda, Arca Domas sering dikaitkan dengan Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, raja Pajajaran abad ke-15. Sosok tersebut dipercaya melakukan pertapaan dan kemudian “menghilang” secara spiritual di kawasan Gunung Salak setelah runtuhnya Kerajaan Pajajaran.
Namun demikian, keterkaitan langsung antara Prabu Siliwangi dan Arca Domas belum didukung bukti sejarah tertulis. Hingga kini, belum ditemukan prasasti atau naskah resmi yang secara tegas menyebutkan hubungan antara situs tersebut dengan raja Pajajaran itu. Kisah yang berkembang lebih banyak bersumber dari legenda dan kepercayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Meski demikian, Arca Domas tetap menjadi magnet bagi peziarah maupun pelaku spiritual yang datang untuk berdoa, meditasi, atau menjalankan ritual adat. Bagi sebagian masyarakat Sunda, situs ini bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.
Sebagai salah satu warisan budaya dan spiritual di Jawa Barat, Arca Domas terus dijaga keberadaannya. Nilai historis, mitologi, dan tradisi yang menyertainya menjadikan situs ini bagian penting dari identitas kultural masyarakat Sunda yang masih lestari hingga saat ini.(Rr).