Suaramuda.com – Puasa Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa memiliki makna psikologis sebagai proses olah jiwa dan latihan pengendalian emosi. Hal tersebut disampaikan Psikolog Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, M.Psi., Kamis (26/2/2026).
Menurut Ifada, secara psikologis puasa merupakan bentuk latihan regulasi emosi, yakni kemampuan seseorang dalam mengatur dinamika perasaan yang muncul dalam dirinya. “Puasa bukan semata menahan lapar dan dahaga saja. Secara psikologis, puasa memberi makna olah jiwa, sama halnya melatih regulasi emosi atau mengatur dinamika emosi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, memaknai puasa adalah perjalanan spiritual yang bersifat individual. Setiap orang memiliki proses dan pengalaman batin yang berbeda dalam menjalaninya. Melalui puasa, seseorang dilatih untuk mampu mengontrol diri dalam berbagai situasi yang dihadapi, bahkan menumbuhkan respons yang lebih bijaksana saat mengambil keputusan.
“Dalam kondisi lapar, haus, dan lelah, seseorang tetap dituntut bersikap tenang. Di situlah proses menyadari dan menerima keadaan terjadi. Puasa mengajarkan kita tidak reaktif, tetapi reflektif,” jelasnya.
Ifada menambahkan, Ramadan menjadi bulan yang istimewa dibanding sebelas bulan lainnya dalam setahun. Selama Ramadan, tubuh dan pikiran beradaptasi dengan ritme yang tidak biasa. Proses menahan diri sejak sahur hingga berbuka menjadi latihan konsistensi sekaligus pengelolaan diri.
“Ramadan menghadirkan proses adaptasi, baik secara fisik maupun psikologis. Dari menahan diri, seseorang belajar mengelola emosi hingga menjadi pribadi yang lebih matang secara emosional,” katanya.
Rangkaian ibadah seperti sahur, berbuka, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an hingga perayaan Idul Fitri juga menghadirkan pengalaman emosional yang utuh. Rasa syukur tumbuh seiring perjalanan yang dijalani selama sebulan penuh.
“Pada akhirnya, ada rasa lega dan syukur atas capaian yang berhasil dilalui sepanjang Ramadan. Itu bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga kemenangan dalam mengelola diri,” pungkas Ifada.(Ind).