Foto: Bakesbangpol Tulungagung Gelar Penguatan Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda.
Suaramuda.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan, Kamis (12/3/2025), di Ruang Auditorium UBHI PGRI Tulungagung.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pelajar, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta Tim Penggerak Pokja 1, dengan menghadirkan dua narasumber yakni Danramil 0807/03 Kedungwaru Kapten Inf Edi Mulyono dan Dosen UBHI PGRI Tulungagung Andreas Andrie Djatmiko.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta pesatnya perkembangan media sosial membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme hingga polarisasi sosial yang dipicu informasi tidak benar menjadi tantangan nyata bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Selain itu, generasi muda juga dihadapkan pada persoalan degradasi moral, lunturnya nilai-nilai kebangsaan, serta semakin berkurangnya pemahaman terhadap ideologi negara dan jati diri bangsa.“Jika hal ini tidak kita tangani bersama, maka akan berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus bangsa di masa depan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat dalam menjaga persatuan bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Nilai-nilai tersebut, lanjut Agus, harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Generasi muda merupakan aset strategis bangsa. Nilai kebangsaan bukan hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam sikap sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menjunjung tinggi toleransi, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa,” jelasnya.
Ia juga menilai Kabupaten Tulungagung memiliki potensi generasi muda yang besar untuk menjadi penggerak persatuan dan pembangunan.Namun demikian, penguatan nilai kebangsaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol berharap generasi muda Tulungagung semakin memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan era digital.(Ind)