Foto: Karyawan Candafa Tekat Tiga Dara, Tiara Ramadhani Bagian Produksi, (Senin, 11 Mei 2026).
Suaramuda.com - Di balik indahnya motif batik khas Riau yang diproduksi UMKM Candafa Tekat Tiga Dara, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan yang memulai usaha dari nol hingga mampu memberdayakan generasi muda dan meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
Usaha batik dan kerajinan lokal milik Tengku Syarifa Nurila Zaharazad itu berdiri sejak tahun 2006. Berawal dari usaha kecil dengan keterbatasan modal dan pengalaman, ia terus berjuang mengikuti berbagai pelatihan dan pembinaan demi mengembangkan usaha yang kini dikenal masyarakat Pekanbaru.
“Perjalanan usaha ini dimulai dari bawah. Kami terus belajar melalui pelatihan dan pembinaan agar usaha bisa berkembang dan bertahan hingga sekarang,” ujar Tengku Syarifa.
Dengan semangat melestarikan budaya lokal, Candafa Tekat Tiga Dara terus menghadirkan berbagai produk khas Riau seperti batik, tanjak, souvenir, hingga aneka kerajinan bernilai seni tinggi. Produk-produk tersebut tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Melayu Riau kepada pasar yang lebih luas.
Di tengah perkembangan usaha, Tengku Syarifa juga fokus membangun sumber daya manusia, khususnya kalangan anak muda. Saat ini, sekitar 10 tenaga kerja muda terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari produksi, pengoperasian mesin hingga kebersihan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi langkah penting agar mereka memiliki keterampilan kerja sekaligus semangat untuk berwirausaha.
“Anak-anak muda kami ajak belajar dan bekerja bersama supaya mereka memiliki pengalaman, keterampilan, dan motivasi untuk berkembang,” katanya.
Ketekunan tersebut membuahkan hasil positif. Kini, omzet Candafa Tekat Tiga Dara mencapai sekitar Rp50 juta per bulan. Peningkatan produksi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap produk batik dan kerajinan khas Riau.
Keberhasilan UMKM ini berkembang selama hampir dua dekade tidak lepas dari dukungan dan pembinaan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tengku Syarifa mengaku BRI aktif memberikan pendampingan dan motivasi kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas usaha dan bersaing di tengah perkembangan pasar.
“BRI sangat membantu kami melalui program pembinaan dan pendampingan usaha. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar usaha kami semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.
Kini, Candafa Tekat Tiga Dara tidak hanya menjadi usaha batik dan kerajinan semata, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan generasi muda sekaligus wadah pelestarian budaya lokal di Kota Pekanbaru.
(HARISEP ARNO PUTRA)