Foto: Ari, pengurus Kelompok Tani Mustang,
(Rabu, 6 Mei 2026).

Suaramuda.com - Di hamparan lahan pertanian di kawasan Lanud Roesmin Nurjadin, geliat petani lokal terus tumbuh, tak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Di sana, Kelompok Tani Mustang berdiri sebagai contoh bagaimana kolaborasi, konsistensi, dan dukungan lembaga keuangan mampu mengubah pertanian tradisional menjadi lebih produktif dan terarah.

Kelompok tani ini bukanlah pemain baru. Berdiri sejak 2004, perjalanan mereka dimulai dari skala kecil dengan segala keterbatasan. Namun, waktu dan pengalaman menempa mereka menjadi komunitas yang solid.

“Awalnya kami hanya bertani secara sederhana, belum terarah seperti sekarang,” ungkap Ari, pengurus Kelompok Tani Mustang, mengenang awal perjalanan.

Perubahan signifikan mulai terasa ketika kelompok ini bermitra dengan Bank Rakyat Indonesia pada 2022 melalui program klaster pertanian sayur. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga sarana produksi yang menunjang aktivitas pertanian.

Berbagai bantuan seperti mesin air, tangki semprot (sprayer), hingga gerobak sorong membantu meningkatkan efisiensi kerja para petani. Sentuhan teknologi sederhana ini membawa dampak besar terhadap produktivitas lahan.

Kini, Kelompok Tani Mustang mengelola sekitar 43 lahan, dengan 35 di antaranya telah produktif. Komoditas yang dikembangkan pun beragam, mulai dari sayuran hingga jagung manis yang memiliki nilai jual stabil di pasaran.

Tak hanya fokus pada tanaman, kelompok ini juga mengembangkan peternakan dengan total sekitar 131 ekor sapi dan kambing, sebagai upaya diversifikasi usaha dan penguatan ekonomi anggota.

Yang menarik, hasil produksi mereka kini telah mampu mendukung kebutuhan dua program SPPG/MBG, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa kelompok tani lokal mampu berkontribusi langsung dalam rantai pasok pangan yang lebih luas.

“Alhamdulillah, hasil sayur kami sekarang sudah bisa menyuplai kebutuhan program tersebut,” ujar Ari.

Saat ini, Kelompok Tani Mustang beranggotakan sekitar 30 petani yang terbagi dalam dua kelompok. Kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus memperluas jangkauan usaha.

Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Dibutuhkan waktu, kerja keras, dan kemitraan yang tepat untuk mencapai titik ini. Dukungan dari Bank Rakyat Indonesia melalui program klaster terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan kelompok tani tersebut.

Kisah Kelompok Tani Mustang menjadi potret nyata bahwa sektor pertanian masih menyimpan potensi besar, terutama ketika dikelola secara kolektif dan didukung dengan akses pembiayaan serta pendampingan yang tepat.

Di tengah tantangan zaman, mereka membuktikan satu hal: dari tanah, harapan itu tetap tumbuh.
(HARISEP ARNO PUTRA)