Foto: Didit pengusaha ikan patin saat memberikan pakan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Suaramuda.com - Di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, usaha budidaya ikan patin telah lama menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Di tengah persaingan dan tantangan modal usaha, Didit menjadi salah satu warga yang berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian mengambil peluang mampu mengubah kehidupan ekonomi keluarga.
Bermodalkan niat dan kesungguhan, Didit memberanikan diri mengajukan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp50 juta untuk mengembangkan usaha budidaya ikan patin yang dirintisnya.
Namun perjalanan itu tidak dimulai dengan keyakinan penuh. Didit mengaku sempat diliputi rasa ragu untuk meminjam modal usaha melalui program KUR BRI. Kekhawatiran tentang kemampuan mengembangkan usaha dan membayar angsuran sempat menjadi beban pikirannya.
“Awalnya saya ragu untuk meminjam. Takut usaha tidak berjalan sesuai harapan,” ujar Didit.
Meski demikian, tekad kuat untuk maju membuat dirinya mencoba mengambil kesempatan tersebut. Dukungan pembiayaan dari BRI akhirnya menjadi titik awal perkembangan usaha yang kini mulai membuahkan hasil.
Saat ini, Didit telah memiliki satu kolam ikan patin dengan hasil panen mencapai tiga ton setiap empat bulan. Hasil tersebut menjadi pencapaian besar bagi dirinya yang sebelumnya hanya memiliki modal dan peralatan terbatas.
Didit mengaku tidak menyangka usahanya bisa berkembang sejauh ini setelah mendapatkan dukungan modal usaha dari KUR BRI.
“Kalau tanpa modal tentu mustahil usaha ini berdiri dan berkembang,” ungkapnya.
Keberhasilan panen yang terus meningkat membuat Didit mulai memiliki rencana besar untuk memperluas usahanya. Setelah pinjaman saat ini selesai, ia berharap dapat kembali memperoleh tambahan modal melalui KUR BRI untuk membangun kolam baru.
“Semoga nanti setelah angsuran ini selesai bisa naik jadi Rp100 juta untuk menambah kolam,” katanya penuh harap.
Bagi Didit, program KUR BRI bukan sekadar pinjaman modal, melainkan peluang nyata yang membantu pelaku usaha kecil untuk berkembang dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
“Terima kasih BRI membuat usaha masyarakat semakin berkembang. Tentu ini berkat suntikan dana KUR BRI,” sebutnya.
Didit juga berharap program pembiayaan usaha seperti KUR BRI dapat terus hadir dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.
“Kita berharap KUR BRI terus ada dan dapat membantu masyarakat banyak,” harapnya.
Kisah Didit menjadi gambaran bagaimana akses permodalan mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi. Dari sebuah kolam sederhana di Koto Mesjid, usaha ikan patin yang dirintis dengan penuh kesungguhan kini perlahan berkembang menjadi harapan besar bagi masa depan keluarganya.