Foto: Menteri Lingkungan Hidup Didampingi Rektor UP, WR II, WR III, Ketua Yayasan dan Kepala Kebun Raya.

Suaramuda.com — Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) menyambut kedatangan Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat bersama Rombongan Kementerian LH, dalam kunjungan kerja ke Kebun Raya Universitas Pahlawan, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya melalui pengembangan kawasan konservasi dan Kebun Raya Universitas Pahlawan.

Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang telah mengembangkan Kebun Raya.

Dalam Kegiatan Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI terdapat beberapa Agenda dalam pertemuan tersebut di antaranya Kepala Kebun Raya Dr. Syamsul Bachry. H, S.Si.,M.Si memaparkan presentasi mengenai Program-program Pelestarian Lingkungan yang berkelanjutan di Universitas Pahlawan yaitu Program Pengembangan Kebun Raya, Program Pengembangan Taman Kehati, Program Pengelolaan Sampah, Program Pengembangan Areal Preservasi dan Program Pengembangan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). 

Menteri juga menegaskan kesiapan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan Universitas Pahlawan, termasuk pengembangan dan pengelolaan kebun raya.

“Kami siap memberikan dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hal ini tentu tidak terlepas dari kesungguhan dan dukungan pemerintah serta seluruh pihak, sehingga kebun raya ini dapat terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Moh. Jumhur Hidayat.

Sementara itu, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof. Dr. Amir Luthfi, didampingi sivitas akademika menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Pahlawan.

Menurutnya, kunjungan tersebut semakin memperkuat komitmen Universitas Pahlawan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan melalui berbagai program konservasi, edukasi, dan penelitian.

“Keberadaan Bapak Menteri di Universitas Pahlawan merupakan sebuah kehormatan sekaligus penguatan terhadap komitmen kami dalam menjaga lingkungan. Ini merupakan tanggung jawab yang terus kami laksanakan sebagai institusi pendidikan,” ujar Prof. Dr. Amir Luthfi.

Rektor menjelaskan, Universitas Pahlawan saat ini memiliki program juga Rencana Pengembangan Taman Kehati seluas sekitar 10 hektare, Kebun Raya seluas 30 hektare, serta kawasan preservasi yang mencapai sekitar 2.139 hektare, selain itu program pengembangan Pengolahan Sampah skala Kampus dan pengembangan Program KHDTK sebagai sarana praktikum bagi mahasiswa, sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Berbagai kawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Pahlawan dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengatakan, pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan berawal dari upaya membangun kawasan konservasi berkelanjutan. Universitas Pahlawan kemudian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga kawasan tersebut berkembang menjadi kebun raya.

“Program kami adalah menjaga lingkungan sejalan dengan program pemerintah, salah satunya melalui gerakan penanaman sejuta pohon. Awalnya kami membangun wilayah konservasi yang berkelanjutan, kemudian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BRIN hingga akhirnya lahirlah Kebun Raya,” jelasnya.

Saat ini, Kebun Raya Universitas Pahlawan telah dikelola dengan luas sekitar 30 hektare dan ditargetkan terus dikembangkan hingga mencapai 100 hektare.

Kebun Raya Universitas Pahlawan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi, penelitian, wisata alam, jasa lingkungan dan wisata konservasi serta pusat pelestarian keanekaragaman hayati.

Atas komitmen tersebut, Universitas Pahlawan juga telah memperoleh pengakuan dan penghargaan dari Kepala BRIN kepada Bapak Rektor Universitas Pahlawan terkait Salah satu Kampus yang punya inisiasi dan inovasi dalam pengembangan dan pengelolaan kebun raya.

Selain pengembangan kawasan konservasi, Universitas Pahlawan terus memperkuat komitmennya terhadap isu lingkungan melalui kegiatan akademik dan kolaborasi internasional.

Salah satunya melalui rencana pelaksanaan Internasional Simposium yang akan digelar pada 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan peserta dan akademisi dari empat benua yaitu Asia, Eropa, Australia dan Amerika.

Rektor berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat peran Universitas Pahlawan sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kebun Raya Universitas Pahlawan diharapkan menjadi awal dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (HARISEP ARNO PUTRA)