Foto: Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, S.E., saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan kerja TP PKK Kabupaten Tulungagung di Kelurahan Kepatihan.

Suaramuda.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tulungagung memperkuat peran kader dalam meningkatkan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan kerja Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, S.E., ke Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung,Kamis (15/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara TP PKK kabupaten, kecamatan, dan kelurahan dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.

Dalam sambutannya, Yuyun menegaskan bahwa gerakan PKK merupakan gerakan yang tumbuh dari bawah dengan mengedepankan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera.

Menurutnya, pelaksanaan program PKK perlu diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama melalui keterlibatan aktif para ketua TP PKK dan kader hingga kelompok dasa wisma.

“Gerakan PKK diharapkan mampu mendukung pembangunan masyarakat melalui penguatan keluarga sebagai sasaran utama program,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Sejumlah program menjadi perhatian TP PKK Kabupaten Tulungagung pada 2026. Di antaranya penguatan ketahanan pangan dan gizi, Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) di pekarangan rumah, revitalisasi program Aku Hatinya PKK, pola asuh anak dan remaja di era digital, serta pelestarian lingkungan melalui penerapan rumah sehat dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian keluarga, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga melalui kegiatan ekonomi produktif.

Selain pemberdayaan ekonomi, TP PKK juga menaruh perhatian pada peningkatan kesehatan masyarakat, terutama melalui penguatan peran Posyandu dan upaya percepatan penurunan stunting.

Dalam sambutannya, Yuyun menekankan bahwa PKK dan Posyandu harus menjadi bagian penting dalam pelayanan dasar masyarakat. Melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), pelayanan Posyandu tidak lagi terbatas pada balita dan ibu hamil, tetapi mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Untuk mendukung pelaksanaan layanan tersebut, para kader Posyandu diharapkan aktif meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan tenaga kesehatan, termasuk bidan desa yang telah mendapatkan pelatihan terkait pelayanan ILP.

Yuyun juga menyoroti program KEMPING ASIK atau Kader Pendamping ASI Eksklusif sebagai salah satu upaya mendukung penurunan angka stunting.

Melalui program ini, kader PKK diharapkan berperan aktif mendampingi ibu menyusui di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam arahan yang disampaikan, satu hingga dua kader PKK diharapkan mendampingi ibu menyusui dengan cakupan sepuluh rumah di sekitarnya.

Pendampingan tersebut diharapkan membantu meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Yuyun berharap para ketua TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan maupun desa terus melakukan pembinaan serta pemantauan terhadap kader di wilayah masing-masing. Dengan demikian, program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara berkelanjutan dan menjangkau keluarga sebagai penerima manfaat.

Sinergi antara pemerintah kecamatan, TP PKK, Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat juga diperlukan agar pelaksanaan program pemberdayaan keluarga berjalan lebih optimal.

Melalui kunjungan kerja tersebut, TP PKK Kabupaten Tulungagung berharap semangat kerja sama dan partisipasi masyarakat semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah.

Penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesehatan, pencegahan stunting, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung.(Ind)