Iklan

Iklan

,

Iklan

Masyarakat Kampar Lestarikan Tradisi Ziarah Kubur, Said Abdullah : Jaga dan Lestarikan Adat Istiadat

Redaksi
9 Mei 2022, 18:58 WIB Last Updated 2022-05-09T11:58:31Z
Masyarakat Kampar Lestarikan Tradisi Ziarah Kubur, Said Abdullah : Jaga dan Lestarikan Adat Istiadat

KAMPAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar dari Fraksi PPP, Said Abdullah harapkan Tradisi Ziarah Kubur tetap terjaga dan dilestarikan secara baik sesuai Adat Istiadat dan Budaya Kampar.

"Selain dapat meningkatkan keimanan dengan selalu mengingat kematian, kegiatan ziarah kubur yang ditutup dengan makan bersama dapat meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah serta dapat memperkokoh rasa kebersamaan dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat," ujar Said Abdullah

bahwa dengan melaksanakan ziarah kubur, maka penziarah yang merupakan orang yang masih hidup akan diingatkan kepada kematian. Orang yang melakukan ziarah kubur akan lebih memahami dan meyakini, bahwa setiap manusia yang hidup itu akan menjumpai kematian atau ajalnya. 

"Setiap yang bernyawa pasti akan menghadap sang khlaiqnya", kata Said Abdullah kepada awak media, Senin 9 Mei 2022.

Kegiatan ziarah kubur adalah kegiatan mengunjungi pemakaman keluarga dan leluhur yang ada pada suatu negeri. 

Para penziarah akan menyampaikan doa bersama kepada ahli kubur yang dikunjungi sebagai ungkapan kedekatan bathiniyah antara yang hidup dan yang meninggal. 

Para penziarah akan selalu meyakini bahwa tiada kehidupan yang kekal abadi dan akan berakhir pada suatu masanya.

"Bahwa penziarah yang selalu mengingat kematian akan lebih cenderung menjalani hidup dengan sepenuh hati. Penziarah akan selalu termotivasi untuk menjaga hubungan baik dengan orang sekitar, mengerjakan aktivitas semaksimal mungkin, mensyukuri atas Rahmat dan nikmat dari Allah Azza Wajallah, akan selalu memperbanyak ibadah dan giat menabur kebaikan sebagai bekal untuk pulang ke kampung akhirat kelak," kata Said Abdullah.

Dengan melaksanakan kegiatan ziarah kubur secara bersama-sama satu kampung, secara otomatis akan dapat memperkuat tali silaturahmi dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat. 

Karena dalam ziarah kubur para penziarah akan bertemu dengan kaum kerabat yang sudah lama tidak bersua. Mereka akan saling menyapa dan saling Bercengkerama antara satu dengan yang lainnya. 

"Makan bersama di mesjid sebagai penutup rangkaian acara ziarah kubur akan dapat membangkitkan semangat kebersamaan  dalam kehidupan bermasyarakat ini", kata Said Abdullah.

Sementara itu, Kepala Desa Salo Kecamatan Salo, Ihfasni Arham melalui Kadus Koto Bangun Salo, Ibrahim kepada wartawan mengatakan, bahwa kegiatan ziarah kubur di Desa Salo telah menjadi agenda rutin tahunan. 

Pemerintahan desa telah memberikan support dan dukungan secara moral dan materil untuk kesuksesan kegiatan tradisi yang bernilai religius dan keagamaan ini.

"Pada tahun ini yang menjadi tuan rumah pada kegiatan Ziarah kubur desa Salo adalah masyarakat Rantau Panjang yang dipusatkan di Mesjid Fastabiqul Khairot. Penutupan rangkaian kegiatan ini dilaksanakan makan bersama yang dibiayai oleh pemerintah desa Salo," ungkap Ibrahim.

Tuan rumah pada kegiatan ziarah kubur desa Salo secara bergiliran. Penentuannya ditentukan bersarakan rapat dan musyawarah desa. Dan untuk tahun besok 2025 rencana awal akan dilaksanakan di Mesjid Al Muhsinin Salo. (**)

Iklan