Foto : Dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Riau, Silaturrahim Sekaligus Sosialisasi PD Muhammadiyah Kampar

Suaramuda.com - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Riau Dr Hendri Sayuti MAg hadiri kegiatan Silaturrahmi dan sosialisasi Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kampar, Senin, (4/12).

Dihadiri langsung Ketua PD Muhammadiyah Kampar Dr Adynata MAg, didampingi Sekretaris H Mardailis Dahlan ST MM, Ketua Panitia Deni Aslem, Mulai dari Organisasi Otonom, Amal Usaha dan seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Kampar.

"Alhamdulillah PD Muhammadiyah Kampar sukses melaksanakan shilaturrahim perdananya bersama Warga Muhammadiyah dan Warga Masyarakat," ujar Deni.

"Sengaja tema yang diangkat adalah “Koreksi Awal Waktu Shubuh," supaya ada makna khusus yang didapat oleh jama’ah yang hadir," ungkap Deni Aslem.

Deni Aslem mengatakan, PD Muhammadiyah Kampar periode 2022-2027, dipimpin oleh para Ustadz dan Ayahanda senior seperti Adynata, H Mardailis Dahlan, Azwar, Makmur, Yunus Amron, Hendra, Bustanul Arifin, Armaini, Zukirman dan Edward. Menginginkan shilaturrahim ini berfungsi banyak untuk menyatupadukan kekuatan Muhammadiyah Kampar dalam membangun peradaban berkemajuan bagi Masyarakat. Tema shilaturrahim yang menuntut pengunduran waktu awal shubuh 8 menit dari yang biasa, walau dirasa berat, diharapkan menjadi ringan setelah mengikuti acara ini.

Ditambah lagi dengan kehadiran Ustadz Dr Hendri Sayuti MAg yang merupakan Ketua PW Muhammadiyah Riau sebagai narasumber utama, memaparkan kajian berat ini secara gamblang dan ringan. Beliau berpesan bahwa perubahan atau perbedaan yang ditampilkan Muhammadiyah bukan sebagai sikap gagah-gagahan. Tetapi telah melalui kajian yang dalam dan panjang. Butuh belasan tahun untuk menuntaskan penelitian secara Bayani (Kajian Nash), Burhani (Kajian Ilmu Pengetahuan) dan Irfani (Kajian Adab) mengenai tema kriteria awal waktu shubuh. Ibadah Sholat fardhu tiada bisa dipisah dengan dunia nyata; empiris. Kajian terus menerus dan berkelanjutan mengenai dunia terutama alam angkasa, akan memudahkan untuk penyempurnaan pelaksanaannya.

Menurut Ayahanda Hendri Sayuti, ilmu astronomi yang mengkaji fenomena alam luar angkasa sangat erat dalam memahami nash-nash wahyu yang menjelaskan waktu sholat, terutama sholat shubuh. Karena fajar shodiq terjadi sebelum terbit matahari pada posisi minus derajat. Yang dulu diketahui waktu shubuh terjadi Ketika matahari -20 derajat dibawah ufuk. Dengan usaha tarjih ini, dipahamilah bahwa fajar shodiq terjadi di -18 derajat di bawah ufuq. Setiap selisih 1 derajat sama dengan 4 menit. Maka koreksi awal waktu shubuh menjadi 8 menit diundur dari biasanya.    

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kampar Dr Adynata MAg dalam kesempatan tersebut juga menitikberatkan bahasan bahwa semangat tajdid dan usaha tarjih Muhammadiyah memiliki dasar yang kokoh. Ada kajian yang komprehensif dan hirarkis dalam dunia Ijtihad Kolektif untuk menemukan hasil yangg menenangkan rasional dan menguatkan keyakinan. Apalagi amal sholeh tidak akan pernah terpisah dengan dunia. Ada penyatupaduan yang fitrah antara agama dan ilmu pengetahuan. Wahyu sebagai sumber utama, menuntut kita untuk memeras semua akal yang diberi Allah dalam memahami dan meyakini tanpa terselip keraguan.

Dipenghujung acara, Sekretaris PD Muhammadiyah Kampar H Mardailis Dahlan ST MM menyampaikan bahwa acara shilaturahim ini akan digulirkan ke semua Ortom, AUM, PCM dan PRM se-kabupaten Kampar. Ada usaha konsolidasi persyerikatan yang massif untuk menghadirkan Masyarakat Kampar yang berkemajuan. Dibutuhkan kader Muhammadiyah yang ahli dalam menjalankan organisasi, Kader keummatan yang siap menuntun Masyarakat dan kader kebangsaan yang akan menjadi pelayan sejati masyarakat Kampar.

Shilaturrahim yang diadakan pada hari ini diharapkan mampu menjadi nilai yang sangat bearti. Bahwa warga Muhammadiyah Bersama Masyarakat Kampar bersatupadu dan bekerjasama dalam menampilkan peradaban manusia yang penuh dengan keilmuan.

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat pada kegiatan ini, terutama kepada seluruh Panitia Pelaksana seperti Ustadz Deni Aslem MEI, Ainol Fajri, Azwar, Al Rofiqi, Ziyan, Irfan Ali, Dzil Khairi, Ardi Agus dan yang lainnya. Semoga seluruh pengorbanan kita, menjadi amal ibadah dan diterima oleh Allah Swt, Aamiin," ujarnya. (***)