Suaramuda.com – Kunjungan wisata ke Kabupaten Tulungagung selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan jumlah wisatawan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, mengatakan tren kunjungan wisata selama libur Nataru 2025/2026 naik sekitar 5 hingga 27 persen.
“Kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat serta daya tarik destinasi unggulan yang mudah diakses,” ujar Ardian, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, Pantai Gemah masih menjadi destinasi wisata alam dengan jumlah kunjungan tertinggi sekaligus penyumbang PAD terbesar selama libur Nataru 2024 dan 2025. Selain itu, destinasi kuliner GOR Lembu Peteng juga menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat.
Meski demikian, Ardian mengakui peningkatan kunjungan tersebut belum merata di seluruh destinasi wisata. Sejumlah objek wisata masih relatif sepi pengunjung, salah satunya Punokawan Park.
“Ketimpangan kunjungan ini menjadi salah satu faktor mengapa peningkatan wisata belum sepenuhnya berdampak pada PAD. Wisatawan masih terkonsentrasi di destinasi tertentu,” jelasnya.
Selain faktor ketimpangan, pengelolaan retribusi yang masih menggunakan sistem manual juga dinilai memengaruhi optimalisasi PAD sektor pariwisata.
“Saat ini masih menggunakan karcis manual, sehingga berpotensi terjadi kebocoran. Ke depan kami mendorong penerapan sistem e-ticketing agar pengelolaan lebih transparan dan akuntabel,” tegas Ardian.
Untuk mendorong pemerataan kunjungan, Disbudpar Tulungagung terus melakukan pembinaan terhadap pengelola destinasi wisata yang masih sepi. Upaya tersebut meliputi penguatan promosi digital serta penyelenggaraan event sebagai daya tarik tambahan.
“Kami mendorong pengelola agar lebih aktif melakukan promosi, terutama melalui media sosial, dan menghadirkan kegiatan yang dapat menarik minat wisatawan,” tambahnya.
Ke depan, Disbudpar Tulungagung akan memfokuskan strategi pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan branding pariwisata, serta kerja sama lintas sektor agar sektor pariwisata tidak hanya ramai secara kunjungan, tetapi juga berdampak optimal terhadap PAD dan perekonomian masyarakat. (Ind)