Foto : Kepala Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setda Tulungagung Arif Efendi , saat di ruang kerja

Suaramuda.com - Pemerintah Kabupaten Tulungagung sejauh ini telah melakukan langkah antisipatif dalam mengendalikan inflasi yang bekerjasama dengan pihak pihak terkait salah satunya menggelar operasi agar harga bisa dijangkau masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam (SDA) Setda Tulungagung Arif Efendi mengatakan, Ada perbedaan inflasi dari tahun tahun lalu. Dimana dulu masih mengikuti proxy di kota Kediri.

"Proxy di sana untuk komoditas komoditas diambil samplingnya dari pasar pasar yang ada di sana, sehingga untuk Kabupaten Tulungagung angka pastinya tidak sama dengan yang dikeluarkan oleh Kota Kediri," ujarnya.

Begitu pula Kabupaten Tulungagung, di tahun 2023 acuannya adalah indek perubahan harga atau indek perkembangan harga ( IPH). "Jadi pada akhir tahun kemarin untuk IPH Tulungagung mulai Minggu pertama mencapai 2,119 persen sampai Minggu keempat ada penurunan 0,33 persen," bebernya.

Kata dia, Komoditas yang menjadi penyumbang Inflasi dalam perubahan harga hampir sebagian besar diantaranya, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, gula pasir, minyak, dan inflasi beras turun tapi harga masih tinggi.

Perlu diketahui kata Arif, pada Januari 2024, kita sudah memakai IHK (Indeks Harga Konsumen) sendiri. Jadi IHK inflasi benar benar rill di Kabupaten Tulungagung,dan berada pada posisi normal.

Sebelum tahun 2023, Kabupaten Tulungagung masih ikut Kota Kediri, sehingga angka riilnya mengikuti rilnya Kediri." Ini sebagai perbandingan saja antara Kediri dan Tulungagung sangat jauh.

Terlebih, sampling sampling dari komoditas terebut diambil dari pasar pasar dibeberapa Kota Kediri. Namun di tahun 2024 ini, sampling sampling komoditas dapat di ambil dari 3 pasar yang ada di Kabupaten Tulungagung yaitu, Pasar Ngemplak, Pasar Bandung dan Pasar Ngunut.

Masih lanjut Arif Efendi,"Inflasi pada bulan Desember 2023 mencapai 2,64 persen itu angka inflasi saat di Kota Kediri, dan sekarang Januari 2024 mencapai 2,42 persen.

Untuk menekan inflasi agar tidak merambat naik, dibutuhkan data data komoditas karena sumbernya dari BPS, jadi kami akan kordinasi bahkan sudah penjajakan terkait dengan komoditas komoditas mana saja dalam satu bulan mengalami situasi terutama kenaikan secara signifikan.

Dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi serta bersinergi dalam mengintervensi kebutuhan pokok berusaha menjaga angka tersebut agar tidak mengalami kenaikan, dengan begitu perekonomian di Kabupaten Tulungagung dapat berjalan lancar.

Secara nasional, inflasi berdampak penurunan termasuk di Jawa Timur. "tahun 2023 lalu inflasi lebih tinggi dari nasional. Dan pada Januari 2024 ini justru cenderung turun di bawah nasional mencapai 2,57 persen, di Propinsi mencapai 2,47 persen," tutup Arif Efendi. (Indh).