Foto : Patirtaan Tirta Amerta Pandowo Penampihan.

Suaramuda.com - Sumber mata air dari Patirtaan Tirta Amarta Pandowo Penampihan di lereng gunung Wilis Desa Nggeger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, di percaya banyak manfaat. Selain untuk kesehatan, air kehidupan ini diyakini bisa membuat awet muda.

Jangan meremehkan, semua itu harus melalui proses ritual sebagai sarana pembuka pintu Amarta lantaran airnya dianggap keramat.

Bagi mereka yang tidak mengerti Tirta Amerta atau air kehidupan yang keluar dari bumi, diambil dari kucur lima (Pandowo) dan bersebelahan dengan tempat mandi status airnya bisa berubah sifat menjadi Triguna Air Tombo, Air Towo, dan Air Tubo.

Mereka yang akan mengambil air untuk penyembuhan, kesehatan, dan kecantikan, disebut Air Tombo diminta melalui ritual dengan tempat yang disediakan yaitu Sanggar Puja Pandowo, dengan berdoa sesuai apa yang diminta kepada sang pencipta.

Sementara Air Towo adalah air yang tidak melalui do'a atau ritual, sehingga air yang digunakan untuk minum, mandi, membasuh muka adalah air tawar merujuk ke air sumur yang tidak ada kasiatnya, tapi dirasakan kesegarannya. 

Sedangkan Air Tubo adalah air bersifat bisa menjadi racun. Khususnya cara mengambilnya di bawa pulang tanpa ritual dan tidak ijin juru rawat patirtaan. Intinya jangan sembarangan mengambil Tirta Amerta alam semesta.

Juru rawat Sumber Panguripan Patirtaan Tirta Amerta Penampihan Sendang, Winartin mengaku banyak yang ke sini dan asal mengambil air. Mereka membawa beberapa galon seenaknya saija. Air sumber Tirta Amarta Patirtaan Pandowo sebagai tempat yang sangat sakral.

" Ya saya biarkan mereka mengambil seenaknya, karena alam yang menyeleksi bagi siapa siapa yang masuk dan menggunakan air suci yang di sakralkan di Patirtaan. Mereka tidak tau bagaimana adab mengambil air," kata Winartin saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2024).

Keterngan Foto : Tempat puja atau ritual Pandowo sebelum mengambil air patertaan.

"Jadi datang bawa banyak banyak galon atau curigen terus dibawa pulang. Mereka kira itu air bisa jadi obat, jangan salahkan alam kalau terjadi apa apa. Di area Patirtaan juga banyak tulisan bertajuk himbauan tetapi banyak yang tidak membaca, salah satu papan bertuliskan jagalah alam, Ojo dumeh, jangan merusak alam," imbuhnya.

Masih lanjut Winartin, tirta amerta (air kehidupan), sumber panguripan itu bagi yang meyakini, semua atas kehendak Tuhan, bisa di manfaatkan, sebagai tombo, towo, tubo, tombo obat, towo tawar, dan tubo racun,

"Kita bisa menjaga, melestarikan, memahami, memanfaatkan sewajarnya, di sesuaikan dengan kebutuhan, jangan merusak, ayo kita hidup saling bergandengan untuk menjaga kesetabilan alam semesta ini. Supaya tetap indah, nyaman di tempati," harapnya.

Sebelum menuju ke Candi Penampihan, pengunjung hendaknya mensucikan diri dengan cara mencuci muka atau mandi di Patirtaan baru masuk candi, karena ini sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Di ketahui, di sebelah Patirtaan ada sebuah pendopo Agung sebagai tempat puja leluhur , dan omah gedek untuk pertemuan yang keduanya bukanlah milik umum." Banyak mereka yang datang hanya untuk kepentingan konten , tanpa di ketahui pendopo saya dijadikan konten, hal ini sangat disayangkan. Padahal tidak ada kaitannya antara candi dengan pendopo," imbuhnya. (Indh).