BADKO HMI RIAU-KEPRI Soroti Peluncuran 80.000 Koperasi Desa Merah Putih Oleh Presiden.
Suaramuda.com - Dalam rangka memperkuat ekonomi desa, pemerintah pusat hari ini resmi meluncurkan Program Koperasi Merah Putih Desa, Dalam hal ini kebutuhan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang memahami tata kelola koperasi dan manajemen keuangan yang baik menjadi sangat penting karena nantinya akan mengelola dana yang begitu besar.
Program ini tidak hanya mengandalkan semangat gotong royong dan kekayaan sumber daya lokal, tetapi juga menuntut profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaannya.
“Koperasi desa hari ini bukan hanya tempat simpan pinjam, tapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Maka pengelolanya harus paham betul tentang akuntabilitas, pelaporan keuangan, hingga perencanaan usaha, jangan sampai program yang sudah di rencanakan dengan baik tetapi salah dalam eksekusi atau pelaksanaan sehingga nantinya bisa menimbulkan kerugian negara, kedepan kita akan fokus & ikut mengawal program ini,” ujar Reski Ananda Saputra Pengurus BADKO HMI RIAU KEPRI - Ahli Pemerintahan Desa.
Program Koperasi Merah Putih Desa digagas sebagai langkah strategis membangun kemandirian desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Namun, banyak koperasi desa yang stagnan bahkan tidak aktif karena kurangnya kapasitas pengurus dan minimnya pelatihan pengelolaan keuangan koperasi.
Sebagai solusi, pemerintah desa diharapkan menggandeng lembaga pelatihan, akademisi, maupun pendamping desa untuk:
Memberikan pelatihan manajemen koperasi, Meningkatkan literasi keuangan desa, Dan mendorong lahirnya SDM lokal yang andal dan paham regulasi koperasi.
“Dengan SDM yang kompeten, koperasi desa akan lebih dipercaya oleh masyarakat, akses terhadap pendanaan juga terbuka lebih luas,” tambahnya.
Program ini selaras dengan semangat kemandirian desa dan ekonomi kerakyatan, sebagaimana diamanatkan dalam UU Desa. Maka dari itu, partisipasi aktif masyarakat, dukungan dari BUMDes, serta pendampingan teknis dari tenaga profesional sangat diperlukan demi mewujudkan koperasi yang sehat, kuat, dan berkelanjutan. (**)