Dorong Literasi Daerah, Dispersip Kampar Apresiasi Pelatihan Menulis Cerita Anak.
Suaramuda.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kampar mengapresiasi pelatihan menulis cerita anak dan pemanfaatan platform pembelajaran berbasis Wayground yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kampar bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pahlawan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung E Universitas Pahlawan, Selasa, 30 Desember 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Dispersip Kampar, Riska Jonita Eka Putri, S.STP., M.Si. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program literasi yang telah dimulai sejak November 2025.
“Sejumlah kegiatan literasi sudah dilaksanakan, di antaranya lomba membaca puisi, kegiatan ice breaking, dan hari ini pelatihan menulis cerita anak,” kata Riska.
Ia berharap ke depan Dispersip Kampar dapat terus bersinergi dengan IGI, FKIP Universitas Pahlawan, para guru, serta penggiat literasi lainnya untuk menguatkan budaya literasi di Kabupaten Kampar.
“Literasi harus menjadi gerakan bersama dan mampu diperhitungkan secara nasional. Tujuan akhirnya adalah membangun generasi Kampar yang literat, karena kemajuan daerah tidak terlepas dari kuatnya budaya literasi,” ujarnya.
Riska menambahkan, pengembangan literasi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, peningkatan kemampuan komunikasi, serta penguatan kecerdasan emosional dan intelektual generasi muda, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Wakil Ketua IGI Provinsi Riau, Tri Goesema Putra, M.Pd, dalam sambutannya berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peserta, khususnya para guru perempuan.
Ia juga mengajak peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan agar manfaat yang diperoleh optimal.
Sementara itu, Ketua IGI Kabupaten Kampar, Bambang Irawan, menegaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menggiatkan budaya literasi di Kabupaten Kampar. Menurutnya, literasi menjadi salah satu kunci utama dalam mencerdaskan anak bangsa.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi melahirkan produk nyata berupa karya cerita anak yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran,” kata Bambang.