Foto: Ketua Komisi D DPRD Tulungagung, Ali Masrup.
Suaramuda.com – Proses evaluasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tulungagung dinilai masih perlu ditingkatkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya perbaikan jalan.
Ketua Komisi D DPRD Tulungagung, Ali Masrup, usai hearing, Rabu (1/4/2026), menyampaikan bahwa laporan keuangan pelaksanaan program belum sepenuhnya terserap secara maksimal. Ia menyebut masih terdapat sisa anggaran dalam pelaksanaan kegiatan.
“Laporan keuangannya itu tidak semuanya 100 persen, masih ada sisa-sisa. Padahal yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama jalan, itu yang harus diprioritaskan,” ujar Ali Masrup.
Menurutnya, sektor infrastruktur memang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, sehingga perlu adanya tambahan anggaran agar hasilnya lebih maksimal. Ia menilai, selama ini masih terdapat kendala dalam perencanaan dan pelaksanaan, terutama karena keterbatasan waktu.“Banyak anggaran infrastruktur yang tidak terserap, salah satunya karena dianggarkan saat perubahan anggaran (PAK), sehingga waktu pelaksanaannya tidak cukup,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar ke depan tidak lagi mengalokasikan anggaran besar dalam perubahan anggaran, khususnya untuk proyek infrastruktur yang membutuhkan waktu pengerjaan panjang.
Terkait rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun sebelumnya, Ali memastikan bahwa sebagian besar telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.“Sudah banyak yang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Kita juga terus melakukan pengawasan dan komunikasi intensif untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD akan terus memastikan proses evaluasi berjalan secara objektif dan tidak sekadar formalitas. Pengawasan dan koordinasi akan diperkuat agar program pembangunan benar-benar efektif.
Untuk tahun 2026, Komisi D menargetkan capaian serapan anggaran infrastruktur bisa mencapai hingga 90 persen. Dengan waktu pelaksanaan yang masih panjang, ia optimistis target tersebut dapat tercapai.
“Kita dorong supaya serapannya bisa sampai 90 persen. Waktunya masih panjang, jadi harus dimaksimalkan. Yang penting nanti di akhir tahun, masyarakat bisa merasakan banyak jalan yang sudah bagus,” ujarnya.
Ke depan, anggaran infrastruktur yang telah direkomendasikan akan dioptimalkan pada berbagai titik prioritas di wilayah Tulungagung. Fokus utamanya tetap pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain sektor infrastruktur, DPRD juga meminta agar program-program lain terus dievaluasi dan dioptimalkan, seiring proses pembangunan yang masih berjalan.(Ind).