Foto: Potret sampah pasca lebaran.
Suaramuda.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mencatat adanya peningkatan volume sampah selama momen Idul Fitri hingga Lebaran Ketupat tahun ini. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso, menyebut lonjakan tersebut didominasi oleh sampah organik berupa sisa makanan.
“Jenis sampah yang paling dominan meningkat adalah sampah organik, terutama sisa makanan dari aktivitas masyarakat selama perayaan Lebaran,” ujar Ginanjar, Selasa, (31/3/2026).
Dalam periode sepekan selama Idul Fitri hingga Lebaran Ketupat, volume sampah di Tulungagung mencapai sekitar 1.000 ton. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan hari normal.
Menurut Ginanjar, lonjakan volume sampah ini tidak lepas dari meningkatnya jumlah pemudik yang kembali ke Tulungagung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat turut berkontribusi terhadap bertambahnya timbulan sampah.
“Faktor utamanya adalah banyaknya pemudik yang pulang kampung, sehingga aktivitas rumah tangga meningkat dan berdampak langsung pada volume sampah,” jelasnya.
Wilayah yang mengalami peningkatan sampah paling signifikan berada di Kecamatan Tulungagung, yang merupakan pusat aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH Tulungagung mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya dengan menambah frekuensi pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Kami tidak menambah jumlah armada, tetap 24 truk seperti hari biasa. Namun, frekuensi pengambilan sampah kami tingkatkan agar tidak terjadi penumpukan,” kata Ginanjar.
Selain itu, DLH juga mengoptimalkan sistem operasional selama periode Lebaran. Pada malam takbir, yang menjadi puncak timbulan sampah, pengangkutan dilakukan hingga pukul 00.00 WIB.
“Kami konsentrasi penuh saat momen Idul Fitri, terutama malam takbir yang menjadi puncak volume sampah. Pengangkutan kami operasikan lebih lama untuk memastikan sampah segera tertangani,” pungkasnya.
DLH Tulungagung juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, terutama dengan mengurangi sisa makanan guna menekan volume sampah. (Ind).