Suaramuda.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi serta pengaruh media sosial.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung melalui Plt Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang), Agus Prihadi, menegaskan bahwa generasi muda saat ini tetap layak mendapatkan apresiasi karena masih banyak yang mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
“Pertama, kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemuda-pemudi yang telah mau dan mampu menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Saya yakin, masih lebih banyak generasi muda yang mengamalkan nilai-nilai tersebut dibanding yang belum,” ujar Agus, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, pihaknya mengakui masih ada sebagian generasi muda yang mulai menjauh dari nilai kebangsaan. Untuk itu, diperlukan pendekatan persuasif hingga langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
Menurut Agus, semangat persatuan dan perjuangan bangsa sejatinya masih dimiliki masyarakat Indonesia. Namun, ia mengingatkan adanya penurunan kadar nasionalisme yang perlu diwaspadai bersama.
“Pengaruh dari luar melalui media sosial sangat besar, seperti masuknya paham liberalisme dan sekularisme dengan dalih kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia,” katanya.
Ia juga menyoroti mulai memudarnya nilai gotong royong, etika, dan jiwa kebangsaan di tengah masyarakat. Faktor globalisasi disebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pergeseran budaya.“Orientasi masyarakat kini cenderung individualistis, materialistis, dan pragmatis. Ditambah berkembangnya paham individualisme serta faktor ekonomi yang membuat masyarakat lebih fokus memenuhi kebutuhan pribadi dibanding kegiatan kolektif,” jelasnya.
Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Agus menekankan pentingnya penguatan pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah prinsip dasar bangsa Indonesia. Ketika kita sepakat menjadi bangsa Indonesia, maka kita juga harus sepakat menjalankan nilai-nilai tersebut,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret menjaga semangat nasionalisme, Bakesbangpol Tulungagung terus menjalankan berbagai program pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan bela negara.Beberapa program yang telah dilakukan di antaranya pembentukan Paskibraka dan Duta Pancasila, sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara bagi pelajar, mahasiswa, generasi muda, hingga organisasi masyarakat, serta kerja sama dengan media radio untuk memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Agus menambahkan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, diperlukan penguatan pendidikan karakter, pemahaman ideologi Pancasila, peningkatan literasi digital, serta dialog antarwarga agar persatuan tetap terjaga.
“Harapannya, Indonesia dapat terus berdiri kokoh sebagai negara yang bersatu, berdaulat, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya.(Ind)