Foto: Kegiatan Gemarikan di Desa Bandung, sebagai upaya mendorong konsumsi ikan dan memperkuat pemenuhan gizi keluarga guna mendukung pencegahan stunting.
Suaramuda.com - Upaya memperkuat pemenuhan gizi keluarga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai bagian dari menu keluarga.
Kegiatan Gemarikan tersebut berlangsung di siti Inggil pendopo Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Senin (24/8/2026).
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Evi Purvitasari, mengatakan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam pemenuhan gizi, terutama bagi anak pada masa pertumbuhan.
Menurutnya, ikan memiliki kandungan protein tinggi serta berbagai nutrisi penting, termasuk Omega-3, yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Melalui Gemarikan, kami berharap masyarakat semakin gemar mengonsumsi ikan, sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dan dapat melahirkan generasi Tulungagung yang sehat, cerdas dan berkualitas,” ujar Evi.
Evi menyampaikan, Tulungagung memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan.
Karena itu, Gemarikan diharapkan tidak sekadar menjadi gerakan kampanye, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga.
Terlebih, pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan anak memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Konsumsi ikan secara rutin menjadi salah satu pilihan pangan bergizi yang dapat mendukung kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Ketua Forikan Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak boleh hanya dilihat dari kondisi fisik anak.
Menurutnya, stunting berkaitan dengan kekurangan gizi dalam jangka panjang yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak serta kemampuan kognitif.
“Stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menjadi indikator adanya kekurangan gizi dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak,” jelas Yuyun.
Ia menilai persoalan stunting merupakan tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi penerus bangsa.
Apalagi, Indonesia tengah berada dalam momentum bonus demografi. Besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan pembangunan apabila dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Berdasarkan data Bulan Timbang Tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Tulungagung tercatat 5,12 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,17 persen.
Meski terjadi penurunan, Yuyun menegaskan pencegahan stunting tetap membutuhkan perhatian dan upaya berkelanjutan. Pemenuhan nutrisi yang baik dan seimbang harus menjadi kebiasaan sejak lingkungan keluarga.
Ikan menjadi salah satu sumber pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi tersebut. Kandungan protein yang tinggi membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, sementara asam lemak esensial dan Omega-3 berperan dalam mendukung perkembangan otak, sistem saraf dan penglihatan.
Karena itu, membiasakan anak mengonsumsi ikan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan hari ini, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan kualitas generasi di masa depan.
Melalui Gemarikan, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan semakin tumbuh. Gerakan tersebut diharapkan ikut memperkuat pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tulungagung.(Ind)