Suaramuda.com – Menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paskibraka Kabupaten Tulungagung terus mematangkan kesiapan. Untuk pertama kalinya, upacara peringatan kemerdekaan tahun ini akan digelar di GOR Lembu Peteng.
Perubahan lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi para anggota Paskibraka. Mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, cuaca, tata ruang hingga teknis pelaksanaan upacara. Namun, hingga Selasa (11/8/2026), proses latihan berjalan baik dan semangat anggota tetap terjaga.
Pelatih Paskibraka Tulungagung, Serma Nasution, anggota Koramil 0807/01 Tulungagung, mengatakan penyesuaian lokasi menjadi salah satu perhatian tim pelatih dalam beberapa hari terakhir.
“Karena baru pertama kali melaksanakan di GOR, mereka membutuhkan penyesuaian tempat, mulai dari lapangan hingga cuaca. Adik-adik juga harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan cuaca yang cukup panas,” ujar Serma Nasution.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak menjadi kendala berarti. Para anggota tetap diarahkan untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima hingga pelaksanaan tugas pada 17 Agustus.
Selain fisik, kesiapan mental menjadi perhatian utama tim pelatih. Suasana GOR Lembu Peteng diperkirakan akan lebih meriah dengan kehadiran masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya upacara.
“Di GOR nanti masyarakat akan lebih banyak dan suasananya lebih meriah. Makanya membutuhkan mental yang baik, kemudian fisik yang baik. Mereka harus betul-betul menyiapkan diri masing-masing,” jelasnya.
Penyesuaian latihan juga dilakukan pada sejumlah teknis. Mulai dari gerakan, pembukaan dan penutupan formasi, pembentangan bendera hingga proses pelipatan bendera, semuanya dimatangkan sesuai dengan kondisi lokasi.
Hal itu penting karena pelaksanaan upacara di GOR Lembu Peteng menjadi pengalaman perdana bagi Kabupaten Tulungagung.
Di tengah padatnya latihan menjelang hari H, tim pelatih juga memberikan perhatian terhadap kondisi masing-masing anggota. Motivasi dan arahan terus diberikan, terutama untuk menghadapi panas dan rasa lelah selama latihan.
“Kita harus tahu kondisi adik-adik. Kita berikan motivasi, arahan dan semangat. Kita juga memberikan pelajaran bagaimana menghadapi cuaca panas dan keadaan ketika lelah,” kata Serma Nasution.
Bagi tim pelatih, latihan Paskibraka bukan semata-mata mempersiapkan tugas pengibaran bendera. Ada nilai disiplin, tanggung jawab dan kebersamaan yang harus tumbuh dalam diri setiap anggota.
Disiplin dibangun melalui kebiasaan sederhana, mulai dari datang tepat waktu, bangun pagi, menjaga kerapian, menjaga kesehatan hingga menjalankan ibadah.“Satu sakit, sakit semua. Satu salah, dihukum sama-sama. Gembira juga harus gembira bersama,” tuturnya.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti ketika tugas Paskibraka selesai. Pengalaman selama menjalani latihan diharapkan menjadi bekal karakter yang mereka bawa dalam kehidupan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Menjelang 17 Agustus, Serma Nasution berpesan agar seluruh anggota memegang teguh materi dan arahan yang telah diberikan para pelatih.
“Yang pertama adalah semangat. Yang kedua disiplin. Yang ketiga menjaga moral perorangan. Yang keempat selalu berdoa dan meminta doa dari orang tua masing-masing,” pesannya.
Di GOR Lembu Peteng, beberapa hari lagi, seluruh proses latihan itu akan menemukan puncaknya. Panas, lelah, disiplin, kekompakan dan ketekunan akan diuji dalam sebuah tugas yang hanya berlangsung beberapa menit, tetapi membawa makna besar bagi kehormatan Merah Putih.
Karena pada akhirnya, yang diharapkan bukan sekadar gerakan yang tepat, melainkan generasi muda yang mampu menjalankan amanah dengan mental kuat, disiplin dan penuh tanggung jawab.(Indh)