Foto: Kadis Ketahanan Pangan Tulungagung Sony Welli Ahmadi menyampaikan laporan pada Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026.
Suaramuda.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 mengusung tema "Pangan Berkualitas, Terjangkau, Petani Sejahtera, Masyarakat Bahagia" yang digelar di halaman Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulungagung, Kamis (6/8/2026).
Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperpendek rantai distribusi pangan, sekaligus memperkenalkan produk unggulan IKM dan UMKM dari berbagai kecamatan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., MM., mengatakan perubahan iklim masih menjadi tantangan yang dihadapi para petani. Kondisi cuaca yang tidak menentu berpengaruh terhadap produksi karena sebagian besar sektor pertanian masih bergantung pada faktor alam.
"Cuaca memang sangat memengaruhi petani sebagai produsen pangan. Karena itu pemerintah menyiapkan berbagai bentuk intervensi, di antaranya pembangunan sumur dan sarana pendukung irigasi sebagai antisipasi musim kemarau agar produktivitas pertanian tetap terjaga," ujarnya.
Menurut Sony, Gerakan Pangan Murah terbukti efektif membantu menekan gejolak harga pangan karena memangkas rantai distribusi dari produsen langsung kepada konsumen. "Melalui pola ini masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, sementara petani juga tetap mendapatkan keuntungan karena distribusinya lebih singkat," jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya pasar murah, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan daerah sehingga pelaku IKM dan UMKM dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produknya.
Terkait kondisi ketahanan pangan, Sony memastikan stok beras dan komoditas strategis di Kabupaten Tulungagung masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. "Secara umum harga pangan sudah mulai stabil. Memang ada sedikit kenaikan pada beras premium, tetapi komoditas lainnya masih terkendali. Inflasi Kabupaten Tulungagung juga masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur," terangnya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mengenal produk unggulan dari berbagai kecamatan.
"Selama Agustus kegiatan dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan. Setelah itu akan digelar secara bergilir di sejumlah kecamatan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, perubahan iklim telah memberikan dampak terhadap sektor pertanian, mulai dari hasil panen hingga fluktuasi harga pangan yang berpotensi memengaruhi perekonomian masyarakat.
Karena itu, Pemkab Tulungagung terus memperkuat berbagai program dari hulu hingga hilir, mulai bantuan sarana produksi pertanian, pemanfaatan teknologi, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), pengembangan lumbung pangan masyarakat, hingga memperpendek rantai distribusi melalui Gerakan Pangan Murah agar kebutuhan pokok tetap mudah dijangkau masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ahmad Baharudin berharap sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga.
"Dengan kebersamaan, kita ingin mewujudkan pangan yang berkualitas, petani yang semakin sejahtera, dan masyarakat Tulungagung yang semakin bahagia," pungkasnya.(Ind).