Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FIP UNP
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Darmansyah, S.T., M.Pd, Rabu (12/8) kepada suaramuda.com mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Rambatan ini diikuti oleh 30 guru dan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, ini dipandu langsung oleh Prof. Dr. Darmansyah, S.T., M.Pd. sebagai ketua tim, bersama empat anggota tim yaitu Dr. Fitri Maiziani, M.Pd., Dr. Rahmi Pratiwi, M.Pd., Dr. Hani Fannisa, M.Pd., dan Sanseni Safitri, M.Pd., serta didukung oleh mahasiswa S2 Teknologi Pendidikan, Athiyyah Salsabila, S.Pd.
Narasumber menyampaikan materi tentang pembelajaran bermakna melalui canva berbantuan AI dan Deep learning |
Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan relevan menggunakan Canva berbantuan AI, sekaligus merancang pembelajaran yang berorientasi pada prinsip Deep Learning yang mindful, meaningful, dan joyful. Prof Darmansyah berperan melengkapi dan memperkuat materi yang disampaikan anggota tim lainnya agar pemahaman peserta lebih utuh. “AI kami posisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti keputusan profesional guru. Guru tetap yang menentukan substansi materi, sementara AI mempercepat proses ideasi dan produksi awal desain,” ujar Darmansyah.
Sanseni Safitri, M.Pd. menyampaikan materi tentang konsep Deep Learning dalam pembelajaran, yang menekankan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful bagi peserta didik. “Media yang dibuat guru harus lebih dari sekadar menarik secara visual, tetapi juga mendukung keterlibatan dan pemaknaan materi oleh siswa,” katanya. Sementara itu, Dr. Hani Fannisa, M.Pd. memandu sesi praktik penyusunan rencana pembelajaran mendalam (RPM) berbasis Deep Learning, sehingga guru tidak hanya memahami konsepnya tetapi juga mampu menerapkannya langsung ke dalam perangkat pembelajaran yang mereka susun.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator yang diukur. Persentase guru yang menggunakan media digital dalam pembelajaran meningkat dari 43 persen menjadi 97 persen, kemampuan menyusun media berbasis Canva meningkat dari 35 persen menjadi 90 persen, kemampuan menyusun rencana pembelajaran mendalam (RPM Deep Learning) meningkat dari 45 persen menjadi 95 persen, serta tingkat kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi meningkat dari skor 2,6 menjadi 4,1 pada skala 1–5. "Melalui pelatihan ini, guru diharapkan semakin percaya diri memanfaatkan teknologi, mampu menghasilkan media pembelajaran yang kontekstual, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan di kelas. Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat berlanjut melalui pendampingan dan berbagi praktik baik antarguru di sekolah masing-masing,''ungkapnya. (why)