Foto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra.
Suaramuda.com – Pengembangan Geopark atau taman bumi di Kabupaten Tulungagung masih dalam tahap kajian. Selain meningkatkan kunjungan wisata, konsep tersebut diarahkan agar nantinya mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, mengatakan pengembangan geopark masih dalam proses penggodokan bersama sejumlah pihak.
Menurutnya, kajian tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pariwisata. Hasil kajian nantinya menjadi dasar dalam menentukan konsep dan arah pengembangan Geopark Tulungagung.
“Kami masih dalam proses kajian. Harapannya, hasil kajian tersebut nanti bisa kami sampaikan kepada para pelaku wisata, sehingga mereka memahami konsep geopark dan ke depan dapat mendukung pengembangan pariwisata di Tulungagung,” ujar Ardian, Senin (14/9/2026).
Disbudpar juga menyiapkan strategi agar keberadaan geopark tidak hanya berdampak pada sektor kunjungan wisata, tetapi mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satu gagasan yang disiapkan adalah membentuk wisata hub setelah hasil kajian dinilai matang. Konsep tersebut diharapkan dapat menghubungkan berbagai sektor ekonomi dan subsektor pariwisata yang ada di Tulungagung.
“Kalau hasil kajiannya sudah matang, kami coba bentuk suatu wisata hub yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi dan subsektor yang ada. Harapannya, dampaknya bisa dirasakan melalui kolaborasi berbagai subsektor ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.
Namun, pengembangan geopark masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu yang diakui Disbudpar adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memahami konsep geopark secara menyeluruh.
“Kalau kendala utama, terus terang masih keterbatasan SDM. Terkait geopark ini, SDM kami belum memahami sepenuhnya mengenai geopark,” ungkap Ardian.
Karena itu, kajian dan sosialisasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman aparatur maupun para pelaku wisata. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar dalam mengembangkan geopark secara lebih terarah.
Terkait target pengembangan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, Ardian mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian yang sedang berjalan.
“Secara konsep, kami masih belum melihat itu. Kami berharap kajian-kajian tersebut bisa selesai, sehingga pemahaman terhadap berbagai hal terkait geopark dapat diketahui secara umum maupun oleh para pelaku wisata,” katanya.
Selain aspek ekonomi dan pariwisata, Disbudpar juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan yang masuk dalam pengembangan geopark. Aktivitas wisata diharapkan tidak merusak situs geologi, lingkungan maupun nilai budaya setempat.
Untuk mendukung upaya tersebut, Disbudpar menggandeng Gerakan Pramuka melalui Saka Pramuka Pariwisata.
“Kami bekerja sama dengan Gerakan Pramuka. Kami memiliki Saka Pramuka Pariwisata. Harapannya, dengan keterlibatan pramuka ke depan, potensi yang kita miliki dan industri pariwisata yang berkembang tetap terjaga, baik kebersihannya, kesehatannya maupun keberlangsungan ekonominya,” pungkas Ardian.
Pengembangan Geopark Tulungagung hingga kini masih menunggu hasil kajian. Pemerintah daerah selanjutnya akan menentukan langkah pengembangan setelah konsep tersebut dinilai matang. (Ind)