Foto: PLT Bupati Ahmad Baharudin Sampaikan Pesan Haornas ke-43, Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat.

Suaramuda.com – Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Tulungagung tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tahunan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk kembali mengingatkan pentingnya olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat pembinaan prestasi atlet daerah.

Peringatan Haornas digelar melalui apel dan senam bersama di halaman Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), pelajar, TNI-Polri, serta unsur masyarakat.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan, olahraga tidak semestinya hanya ramai ketika peringatan Haornas berlangsung. Menurutnya, budaya berolahraga perlu tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas sumber daya manusia, hingga potensi prestasi daerah.

“Haornas bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua betapa pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” kata Ahmad Baharudin.

Menurutnya, pembangunan olahraga memiliki cakupan yang lebih luas. Selain menjaga kebugaran masyarakat dan mencetak atlet berprestasi, sektor olahraga juga dapat memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi dan pengembangan pariwisata daerah.

Karena itu, Pemkab Tulungagung berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga sekaligus memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang.

“Pembangunan olahraga juga harus kita lihat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah,” ujarnya.

Komitmen tersebut salah satunya diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana olahraga. 

Di tempat yang sama , Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tulungagung Ahmad Mugiyono menyebut sejumlah fasilitas olahraga masuk dalam usulan perbaikan. Beberapa di antaranya yakni Ekor Lubuk Peteng, Kormandala Krida, serta fasilitas tenis indoor di Jarakan.

“Kalau fasilitas, kami sudah mengupayakan usulan perbaikan di beberapa lokasi tersebut,” kata Ahmad Mugiyono.

Perbaikan fasilitas dinilai penting untuk menciptakan ruang olahraga yang lebih layak, baik bagi masyarakat maupun atlet yang menjalani pembinaan dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.

Di sisi lain, pembinaan atlet juga mulai diarahkan untuk menghadapi Popda 2026. Dispora Tulungagung menyiapkan sekitar 100 atlet untuk memperkuat kontingen daerah.

Targetnya cukup realistis, yakni mempertahankan capaian Tulungagung yang sebelumnya mampu menembus delapan besar. 

Setidaknya, posisi 10 besar menjadi sasaran yang ingin dipertahankan pada Popda tahun ini. 

“Harapan kami di event Popda ini kontingen Tulungagung bisa menempati 10 besar. Sebelumnya kita ada di posisi delapan besar, sehingga minimal bisa mempertahankan posisi,” pungkasnya.

Haornas ke-43 akhirnya bukan hanya tentang apel dan senam bersama. Di balik peringatan tersebut terdapat pekerjaan yang lebih panjang: membangun kebiasaan hidup sehat, menyediakan fasilitas yang memadai, dan memastikan bibit-bibit atlet Tulungagung memiliki ruang untuk tumbuh hingga mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.(Ind)