Foto: Massa 212 Wonorejo nagih janji Jalan Lingkar Waduk di DPRD Tulungagung.

Suaramuda.com – Aksi massa 212 Wonorejo terkait persoalan Jalan Lingkar Waduk berlanjut ke Kantor DPRD Tulungagung, Senin (7/9/2026). Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Tulungagung dan merasa belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, massa kemudian bergerak ke gedung DPRD.

Massa berhasil masuk ke halaman Kantor DPRD Tulungagung. Kedatangan mereka bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga menagih kepastian dan janji pemerintah daerah terkait percepatan penanganan jalan yang selama ini menjadi tuntutan warga.

Koordinator 212 Wonorejo, Mas Dana, mengatakan aksi tersebut membawa aspirasi masyarakat, khususnya warga Desa Wonorejo serta masyarakat di wilayah Rejotangan dan Ngunut.

Menurutnya, masyarakat kecewa karena dalam aksi di Kantor Bupati, Ketua DPRD Tulungagung dan Plt Bupati tidak hadir secara langsung menemui massa.

“Intinya masyarakat sangat kecewa karena Ketua DPRD dan Plt Bupati tidak hadir. Masyarakat membutuhkan peran mereka, terutama terkait persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Tulungagung,” ujar Mas Dana.

Mas Dana menegaskan, persoalan Jalan Lingkar Waduk bukan baru kali ini disuarakan. Ia menyebut masyarakat sudah sekitar empat hingga lima kali menyampaikan tuntutan serupa.

Namun, hingga kini warga menilai belum ada percepatan nyata di lapangan.

“Janji-janji tidak ada ujungnya. Tidak ada percepatan yang membuat ini benar-benar terealisasi,” tegasnya.

Dari komunikasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, lanjut Mas Dana, pemerintah meminta waktu hingga satu bulan untuk menangani persoalan tersebut.
Bagi massa, waktu satu bulan dinilai terlalu lama. Mereka memberikan tenggat satu minggu untuk melihat adanya langkah nyata dari pemerintah.

“Kalau dalam satu minggu ke depan tidak ada hasil, kami akan melakukan pergerakan besar. Kami akan memblokade jalan dan membawa kayu-kayu hasil perhutanan untuk diletakkan di Kantor Bupati,” katanya.

Mas Dana menyebut pembangunan Jalan Lingkar Waduk masih menyisakan sekitar 6,2 kilometer dari total panjang sekitar 18 kilometer.

“Kurang lebih masih 6,2 kilometer,” ujarnya.

Tak berhenti di Kantor Bupati, massa 212 Wonorejo kemudian bergerak ke Kantor DPRD Tulungagung. Mereka kembali menyuarakan tuntutan yang sama, yakni kepastian dan percepatan pembangunan Jalan Lingkar Waduk.

Di halaman Kantor DPRD Tulungagung, massa diterima anggota Komisi B DPRD Tulungagung, Joko Tri. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali menagih kepastian atas tuntutan yang telah berulang kali mereka sampaikan.

“Kami nanti akan menyampaikan kepada pimpinan dan kawan-kawan di komisi yang membidangi persoalan jalan. DPRD akan mengawal aspirasi masyarakat dan mencarikan solusi agar persoalan ini bisa ditangani dengan baik,” kata Joko Tri.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Tulungagung menjadwalkan audiensi dengan masyarakat pada Selasa (8/9/2026) pukul 15.00 WIB.
Sebanyak 50 perwakilan masyarakat akan diundang untuk duduk bersama membahas tuntutan yang disampaikan.

“Kami sudah menjanjikan audiensi. Kami undang 50 perwakilan masyarakat untuk duduk bersama. Apa yang menjadi tujuan dan aspirasi mereka akan kita bahas. Kami selaku wakil rakyat juga harus bertanggung jawab mengawal kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Joko Tri mengakui masyarakat membutuhkan kepastian, terlebih kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai membutuhkan penanganan.

Menurutnya, DPRD juga akan mendorong Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar segera mencari solusi serta berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan jalan tersebut.

Tak hanya soal pembangunan fisik, Joko Tri turut menyoroti realisasi anggaran infrastruktur yang disebut masih berada di bawah 40 persen.

“Jangan sampai nanti sampai batas akhir waktu tidak tertangani, akhirnya menjadi SILPA lagi. Untuk anggaran, kami rasa sudah cukup di PU untuk mengatasi persoalan jalan di Tulungagung. Yang kami nantikan adalah kerja cepat,” tegasnya.

Aksi 212 Wonorejo di DPRD Tulungagung kini berujung pada agenda audiensi. Warga menunggu apakah pertemuan tersebut akan menghasilkan kepastian dan langkah konkret pembangunan Jalan Lingkar Waduk, atau kembali berhenti pada janji.(Ind)