Foto: Imam Sopingi menunjukkan ikan cupang unggulan hasil budidayanya di lingkungan Kampung Berpancasila.
Suaramuda.com – Kampung Berpancasila di Gang Arista, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, tidak hanya menjadi ruang kebersamaan warga. Di lingkungan tersebut, Ketua RT 03/RW 02 Imam Sopingi mengembangkan budidaya ikan cupang dan guppy secara mandiri.
Budidaya tersebut menjadi salah satu kegiatan produktif yang memanfaatkan ruang terbatas sekaligus mengenalkan cara sederhana merawat ikan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Imam mengatakan, ikan cupang dan guppy dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan tidak membutuhkan lahan luas.
“Karena ikan cupang dan guppy mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan tempat yang luas, dan bisa menjadi kegiatan produktif di lingkungan Kampung Berpancasila,” kata Imam Sopingi, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, keberadaan Kampung Berpancasila tidak cukup hanya diwujudkan melalui nama. Nilai-nilai positif juga perlu hadir melalui kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin Kampung Berpancasila tidak hanya menjadi nama, tetapi juga memiliki kegiatan nyata yang positif. Salah satunya melalui pemanfaatan lingkungan untuk kegiatan produktif,” ujarnya.
Budidaya ikan tersebut juga menjadi bagian dari literasi lingkungan sederhana. Masyarakat yang datang dapat melihat secara langsung proses pembibitan, pemeliharaan hingga perawatan ikan.
Perkembangan budidaya yang telah digeluti Imam selama puluhan tahun itu kini cukup baik. Sebagian ikan cupang yang tersedia di sejumlah wadah telah terjual kepada pembeli dari berbagai daerah.
Pembelinya antara lain berasal dari Surabaya, Bandung dan Jakarta, bahkan hingga luar Pulau Jawa.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, ikan juga dikirim ke luar kota dengan penanganan khusus agar tetap dapat bertahan selama proses pengiriman hingga sampai kepada pembeli.
“Sementara ini pembelinya dari berbagai daerah. Ada yang dari Surabaya, Bandung, Jakarta, bahkan sampai luar Pulau Jawa,” kata Imam.
Di lokasi budidaya, masih terdapat lebih dari 700 bibit ikan cupang dengan beragam jenis dan warna. Sejumlah ikan lainnya masih berada dalam wadah pemeliharaan dan terus dirawat untuk dikembangkan.
Imam mengaku masih mengembangkan budidaya tersebut secara bertahap. Proses pembibitan, pemeliharaan hingga pemasaran dilakukan sendiri sembari melihat perkembangan hasilnya.
“Kalau hasilnya bagus, tentu kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan nantinya bisa menjadi salah satu kegiatan unggulan di Kampung Berpancasila,” katanya.
Selain sebagai Ketua RT 03/RW 02, Imam memiliki latar belakang sebagai mantan petinju. Di sela aktivitasnya, ia mengembangkan budidaya ikan cupang dan guppy yang telah puluhan tahun digelutinya.
Menurut Imam, kegiatan tersebut membuktikan bahwa ruang terbatas di lingkungan tempat tinggal tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Dari budidaya ikan, masyarakat dapat belajar tentang pemeliharaan, kebersihan dan pemanfaatan lingkungan secara sederhana.
Bagi warga maupun pengunjung Kampung Berpancasila, keberadaan budidaya ikan cupang dan guppy menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilihat secara langsung, sekaligus mengenal proses perawatan ikan hingga pemasarannya ke berbagai daerah. (Ind).