Foto: Ketua PPAD Cabang Tulungagung Kapten (Pur) Hery Purwanto bersama jajaran dan tamu undangan dalam tasyakuran HUT ke-23 PPAD.
Suaramuda.com – Memasuki usia ke-23 tahun, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Tulungagung menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Para purnawirawan TNI Angkatan Darat dinilai masih memiliki pengalaman, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan serta wawasan kebangsaan yang dapat terus dikontribusikan untuk masyarakat dan pembangunan daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam tasyakuran HUT ke-23 PPAD tahun 2026 yang digelar di Lotus Garden Tulungagung, Selasa (2/9/2026). Mengusung tema “Purnawirawan TNI Angkatan Darat Bersinergi dengan Komponen Bangsa Lainnya Menyukseskan Program Pemerintah”.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Tulungagung, Budi Prasetyo, mengatakan momentum HUT ke-23 PPAD menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kontribusi purnawirawan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa, termasuk TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, generasi muda dan masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak mungkin dilaksanakan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh komponen bangsa,” kata Budi.
Ia menilai, pengalaman para purnawirawan selama menjalankan tugas sebagai prajurit merupakan modal berharga yang dapat terus ditularkan kepada masyarakat dan generasi muda.
Karena itu, keluarga besar PPAD Tulungagung diharapkan tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat wawasan kebangsaan, gotong royong serta menjaga persatuan masyarakat.
Budi menegaskan, sinergi tersebut jangan sampai berhenti pada kegiatan seremonial.
“Sinergi yang kita bangun hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PPAD Cabang Tulungagung Kapten (Pur) Hery Purwanto mengatakan, perjalanan 23 tahun PPAD menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat organisasi.
Menurut Hery, meski telah menyelesaikan tugas sebagai prajurit aktif, purnawirawan tetap memiliki tanggung jawab sebagai warga negara untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Sebagai warga negara kita masih mempunyai tugas yang sangat baik untuk dilaksanakan. PPAD dan para purnawirawan masih punya kemampuan serta ilmu yang bisa diberikan untuk membantu pemerintah,” ujarnya.
Memasuki usia ke-23, salah satu prioritas PPAD Tulungagung adalah memperkuat soliditas dan kekeluargaan di internal organisasi.
Hery berharap para purnawirawan yang belum bergabung dapat bersama-sama membangun PPAD agar semakin eksis dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Tak hanya membangun organisasi, PPAD Tulungagung juga terus mengambil peran dalam pembinaan generasi muda.
Salah satunya melalui pembinaan bagi pemuda yang memiliki keinginan mengikuti seleksi TNI maupun Polri, termasuk pembinaan fisik dan kedisiplinan. PPAD juga siap membantu sekolah yang membutuhkan pembinaan terkait Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Bagi Hery, PBB bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi menjadi salah satu sarana untuk membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda. “Baris-berbaris memang materinya seperti itu, tetapi di dalamnya ada penjabaran tentang disiplin seseorang,” jelasnya.
Mengenai kesejahteraan purnawirawan, Hery mengatakan kondisi setiap anggota tentu berbeda. Sebagian mengandalkan penghasilan pensiun, sementara lainnya memiliki usaha maupun keterampilan yang dapat dikembangkan.
Namun, ia menekankan pentingnya ketenangan dan rasa syukur dalam menjalani masa purnawirawan.
“Semakin tua usia kita, semakin banyak bersyukur. Karena semua sudah diberikan oleh Allah,” tuturnya.
Ke depan, PPAD Tulungagung menyatakan tetap siap bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam hal yang berkaitan dengan ketahanan, keamanan dan kondusivitas wilayah.
Pengalaman dan ilmu yang dimiliki para purnawirawan dinilai masih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah membutuhkan kontribusi kami terkait ketahanan dan keamanan, kami siap membantu. Kami memiliki ilmu dan pengalaman yang bisa diberikan,” kata Hery.
Di usia ke-23 tahun, PPAD Tulungagung pun ingin membuktikan bahwa purnawirawan bukan sekadar menyandang status sebagai mantan prajurit. Semangat pengabdian tetap dijaga, dengan mengambil peran sesuai kapasitas untuk masyarakat, daerah dan bangsa.(Ind)