Iklan

Iklan

,

Iklan

Kisah Feri Adiyanto dan Sepeda Motor Butut, Hingga Gerindra Kampar Jadi Raja

Redaksi
3 Agu 2022, 15:43 WIB Last Updated 2022-08-03T10:46:53Z
BANGKINANG - Sosok Feri Adiyanto melekat erat dalam kisah perjalanan besarnya Partai Gerindra di Kabupaten Kampar, Kenapa tidak, beranjak dari serba kekurangan hingga bisa menjadi partai pemenang dan merebut kekuasaan di parlemen DPRD Kampar.

Sebelum menjadi ketua DPC Gerindra Kampar, Feri Adiyanto yang lahir pada tanggal 23 Maret tahun 1973 di Desa Penyasawan (Ranah Singkuang nama sekarang) Kecamatan Kampar, ia adalah seorang guru honor komite di SMA N 3 Bangkinang.

Belum lama menjadi guru honor, lelaki yang merupakan keturunan purnawirawan TNI AD itu mendapat telpon dari ketua DPD Gerindra Provinsi Riau yaitu Almarhum H. Nasrun.

"Pada pertengahan tahun 2008 saya ditelpon oleh ketua pertama DPD Gerindra Riau, H. Nasrun, awalnya dia menanya kabar saya, dan menanya aktifitas saya, saat itu beliau menawarkan kepada saya untuk menjadi ketua DPC Gerindra Kampar," kata Feri kepada suaramuda Selasa 5 Juli 2022 lalu di Jalan Letnan Boyak Bangkinang Kota.

Tawaran empuk itu justru tak langsung di teguk oleh anak mantan purnawirawan Sersan Soejok tersebut, dengan alasan tidak hobi berpolitik dan dibatasi oleh kekurangan finansial, kala itu penghasilannya tidak begitu memadai sebagai guru honor.

"Pertama kalinya ya, saya tolak tawaran Alm H. Nasrun, saat saya tolak waktu itu Alm menyuruh saya untuk berpikir menolak tawaran itu, katanya kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kali," tiru Nasrun sembari menutup telpon.

Mungkin, sambung Feri, karena keyakinan almarhum untuk menitipkan amanah itu kepada dirinya, tiga hari setelah itu, Nasrun kembali menelpon Feri dan memberikannya sebuah tantangan dan mengeluarkan kata-kata yang menurut Feri sebuah motivasi, sehingga membuat Feri naik bahu dan menerima tawaran tersebut.

"Percuma saja kamu anak pramuka, dan percuma saja kamu anak tentara, kamu tidak punya mental dan tak punya nyali untuk jadi pejuang pemimpin," kata Nasrun kepada Feri saat menolak untuk kedua kalinya.

Kata motivasi yang diucapkan Nasrun, membuat Feri tertantang sehingga bertekat untuk mendayung sebuah partai berlambang Kepala Burung Garuda besukan Prabowo Subianto itu.

Berkat kegigihan dan dukungan orang tua serta istri, Berjalan dengan menggunakan sepeda motor butut merek honda Supra ia bergerak menjumpai rekan-rekan di seputar Bangkinang untuk berjuang bersama membentuk pengurus partai. 

Tak jarang, untuk mencapai kesuksesan itu selalu mendapat halangan dan rintangan, baik rintangan dari alam dan cemooh orang lain.

Musim hujan di Kota Bangkinang, saat itu pula Feri Adiyanto memulai langkahnya dengan mengendarai sepeda motor butut demi memperjuangkan partai Gerindra, agar terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar. Kendati tubuhnya dibasahi hujan, ia tak pernah peduli dan bahkan tak perna lelah demi mencapi kejayaan Gerindra.

Sebelum melakukan verifikasi faktual, Feri berhasil mengumpulkan rekan-rekannya untuk menjadi pengurus di tingkat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kampar. 

Mereka yang diajak Feri adalah, Tengku Evi Konavia, Edison, Zakaria bin Hasan (Alam), Evi Doli, M. Sarifaidar. Semuanya berkumpul dikediaman Tengku Evi Konavia.

"Saat itu hujan gerimis, kami berkumpul sambil menunggu orang DPP dan DPD datang mengantarkan SK, selang duduk bersama datang mobil Nisan X-Trail warna silver yang ternyata mereka adalah Pak Muhdi PR, Buk Husna, mereka mengaku pengurus pusat (DPP). Juga disitu ada  ketua pertama DPD Gerindra Riau Alm H. Nasrun, bersama sekretaris DPD Riau Marjohan Hasimu," terang Feri.

Beberapa hari setelah SK diterima, pihak DPD menyuruh pengurus DPC untuk menjemput satu unit computers dan satu unit camera tustel ke Pekanbaru. 

Setelah komputer dijemput, Feri terus berjalan mengendarai sepeda motor butut menelusuri 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, hingga sampai ke pedesaan untuk membentuk ranting partai Gerindra. 

Dengan menggunakan relasi jalur pramuka dan jalur Laskar Melayu Bersatu Riau (LMBR)  Feri dan rekan - rekan berhasil membentuk 70 persen Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra Se-Kabupaten Kampar.

Setelah memenuhi persyaratan pendaftaran parpol, Feri bersama kawan kawan lansung mendaftarkan Partai Gerindra ke KPUD Kampar. Berkat kerja keras para pengurus Gerindra bisa lansung berlaga pada kontestasi politik di tahun 2009.

Al hasil, pemilihan legislatif tahun 2009 Gerindra sebagai partai baru berhasil memperoleh dua kursi di DPRD Kampar. Yaitu, Muhammad Faisal dari dapil 1 dan Niskol Firdaus dari dapil 2.

Tak puas dengan perolehan dua kursi, untuk pemilihan legislatif tahun 2014 Feri bersama pengurus lain, terus merangkul figur-figur yang bisa dijadikan perwakilan rakyat di DPRD Kampar.

Berkat kegigihannya untuk membesarkan partai, pada tahun 2014 Gerindra berhasil meraih lima kursi di DPRD Kampar, diantara mereka yang terpilih adalah Zumrotun anggota dewan dari dapil 1, Rahayu Sri Mulyani dapil 2, Jamris dapil 3, Arnauli Hutajulu dapil 4, Muhammad Faisal dapil 6. 

Kala itu partai Gerindra berhasil mendapatkan posisi wakil ketua I DPRD Kampar, dengan berhasilnya meraih wakil ketua DPRD, ketua DPC Gerindra Kampar Feri Adiyanto terus berjuang meningkatkan kursi di parlemen. 

Hingga pada tahun 2019, Gerindra berhasil meraih suara terbanyak di Kampar dan menambah satu kursi di Siak Hulu, yaitu Jamaan, akhirnya dari posisi wakil ketua dan langsung meloncat menjadi ketua DPRD.

Padahal sama diketahui, semenjak demokrasi, ketua DPRD Kampar tak pernah lepas dari partai Golkar, bahkan pemilihan legislatif tahun 2019 itu adalah sejarah yang sangat berharga bagi partai Gerindra yang berhasil menjadi raja diantara 8 partai politik.

Waktu terus berputar, tahun pun berganti hingga rotasi jabatan kepengurusan partai Gerindra Kampar pun dirombak oleh DPP. Tanggal 15 Juli 2022 tonggak estafet kepemimpinan DPC Gerindra Kampar dari Feri Adiyanto berpindah ke mantan ketua DPC PKB Kampar Catur Sugeng Susanto. (DEF)

Iklan