Iklan

Iklan

,

Iklan

Lapas Bangkinang Bekali Warga Binaan Budidaya Ikan Lele 6000 Ekor Bibit

Redaksi
22 Sep 2022, 14:29 WIB Last Updated 2022-09-22T07:29:24Z
BANGKINANG - Tak cukup hanya memberikan pelatihan pembinaan kemandirian berupa budidaya ikan lele kepada wargabinaan, Lapas Kelas IIA Bangkinang Kanwil Kemenkumham Riau turut membekali wargabinaan sebagai ajang praktek setelah menerima materi.

Sebanyak 6000 ekor bibit ikan lele disiapkan guna mengisi kolam yang terletak pada blok hunian wargabinaan, Kamis 22 September 2022.

Mewakili Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno yang tengah mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Wilayah, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Bangkinang, Rudinur menyampaikan, bahwa penaburan bibit ikan lele ini merupakan program pembinaan kemandirian lanjutan dari wargabinaan.

“Penaburan bibit ikan lele ini sebagai program lanjutan pembinaan wargabinaan, setelah menerima teori dari instruktur. Ada 5 (lima) orang wargabinaan turut serta dalam kegiatan ini, yang telah dilatih secara materi dan praktek. Sehingga, mereka juga dapat berbagi ilmu kepada rekan wargabinaan yang lainnya,” sebut Rudinur.

Ia menjelaskan terkait perkembangan budidaya ikan lele yang dikelola oleh wargabinaan Lapas Bangkinang, bahwa sudah beberapa kali menunjukkan hasil yang baik.

“Budidaya Ikan lele yang dikelola wargabinaan ini sudah beberapa kali panen. Hasilnya lumayan baik, biasanya dalam jangka waktu 3-4 Bulan sudah panen dengan ukuran 5-6 ekor per 1 kilo nya,” ujarnya.  

“Hasil panen ini kita pasarkan kepada masyarakat dan bagi wargabinaan yang mengelola kita berikan tambahan extra fooding,” ungkapnya.

Plh. Kalapas juga menyampaikan program pembinaan kemandirian budidaya ikan lele ini juga sebagai upaya dari pihak Lapas Bangkinang untuk membentuk wargabinaan yang siap kembali kemasyarakat ditengah permasalahan kondisi ekonomi yang menimpa dunia.

“Kita bekali wargabinaan secara keilmuan dan praktek supaya mereka dapat produktif, mandiri dan berinovasi dilingkungan masyarakatnya kelak. Minimal untuk penghidupan ekonomi pribadi atau keluarganya. Sehingga, tidak terbesit lagi untuk mengulangi perbuatan atau kesalahan masa lalunya,” pungkasnya.

“Nyatanya hampir seluruh wargabinaan mampu melaksanakan itu, barangkali selama ini mereka kurang diberi kesempatan. Mari sama-sama kita rangkul, agar mereka dapat menjadi pribadi yang berguna dan lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.(**)

Iklan